
Sudah 2 minggu lebih, ada 2 sedotan kecil yang masih terbungkus untuk air mineral kemasan gelas, tersimpan di dalam ransel. Ops, jangan ditanya kenapa ia disana? Saya pun lupa kronologisnya dan entah untuk alasan apa masih menyimpannya, sedikitpun hati ini tidak tergerak untuk membuangnya. Saya biarkan saja didalam ransel, hanya menatapnya sejenak sambil memasukkan buku dan alqur’an untuk dibawa mabit malamnya.
Bintang-bintang menemani saat berangkat. Dijadwal selepas isya ini, saya seperti berjalan menentang arus, saat semua kendaraan berpacu untuk pulang tapi saya justru harus berangkat menuju arah berlawanan. Jalan yang tadinya dua jalur, seakan menjadi satu jalur. Continue reading













