Wanita Secantik Kaktus

Banyak wanita kurang percaya diri dan merasa tidak cantik. Lalu melakukan seratus cara perawatan demi kulit putih, hidung mancung, tubuh langsing dan segala macamnya. Tanpa sadar menjadi korban iklan, maka tidak heran produk-produk kecantikan menjadi produk yang paling laku.

Kenapa wanita ingin terlihat cantik? Apakah supaya gampang menarik perhatian laki-laki? Menjadi semacam upaya untuk menjemput jodoh? Mungkin ada yang beranggapan, jika cantik maka jodoh akan mendekat dan mudah dicari. Lalu dimulailah segala cara agar menjadi cantik.

Padahal yang namanya cantik tidak harus menyusahkan diri operasi sana-sini, tambal sana-sini, renovasi lalu bikin pondasi baru. eh koq jadi ngomongin jembatan. Apa yang Tuhan berikan ini sudah sempurna tidak ada yang perlu diutak-atik. Tapi kalau merawat dan menjaga itu memang perlu, itu sebabnya ada perintah untuk bersuci dan menutup aurat. Itu bagian dan merawat dan menjaga.

Jika wanita diibaratkan bunga, maka Mawar adalah bunga yang paling populer dan disukai. Bunga-bunga lain tidak perlu merasa sedih lalu operasi plastik agar bisa seperti Mawar. Setiap bunga itu telah diciptakan cantik meskipun tidak berbentuk Mawar. Bahkan Kaktus sekalipun, ia punya pesona cantiknya tersendiri. Sesuatu yang tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh Mawar.

Kaktus memang tidak populis, tapi ia punya banyak keunggulan yang tidak dimiliki Mawar. Kaktus bisa bertahan dalam kondisi tersulit. Ia bisa hidup dimana saja, di gurun, wilayah pantai, hutan belantara atau pegunungan. Ia tipe pekerja keras, hingga akarnya menjalar jauh untuk mencari air. Batang, akar dan daunnya mampu menyimpan air untuk bertahan hidup dalam kondisi-kondisi tersulit. Tubuhnya memang dipenuhi duri tapi itulah yang melindunginya dari banyak gangguan, dan pada saat yang sama banyak diantara Mawar-Mawar terenggut tak berdaya.

Saya percaya cantik itu relatif, yang cantik menurut seseorang belum tentu cantik menurut yang lain. Dan cantik bukan selalu syarat awal seseorang untuk bisa menikah. Itu juga sebabnya meskipun Tuhan menciptakan bentuk yang berbeda-beda semua tetap bisa menikah, karena cantik (ala artis) bukan syarat utama. Maka tidak perlu merubah-rubah bentuk, cukup menjaga apa yang sudah ada.

Saat saya singgah di Kios Bunga Kopeng, Kabupaten Semarang berbagai jenis bunga dijajakan disana. Indah berwarna-warni. Disalah satu kios, seorang ibu muda memilih membeli 5 pot Kaktus diantara banyak pilihan lain. β€œSaya suka Kaktus yang ini” ujarnya ke pemilik kios. Begitulah, setiap bunga memiliki pengagumnya sendiri-sendiri. Dan setiap wanita pun ada jodohnya sendiri-sendiri. Tidak perlu menyesali bentuk. Karena Tuhan telah memberi bentuk terbaik kepada setiap wanita sebagaimana ia memberi bentuk terbaik kepada setiap tumbuhan.

Iklan

40 responses to “Wanita Secantik Kaktus

  1. Aih.. Suka hati saya membacanya. Banyak melihat perempuan berdandan agar menjadi bunga secantik mungkin namun lupa untuk membentengi diri sendiri dengan duri… Jauh lebih baik Kaktus. Cantik pula

  2. Mungkin berhias dan mempercantik diri itu udah naluri wanita, tapi tentunya bukan dengan operasi. Mawar dan kaktus, sama2 berduri, tapi keduanya berbeda.
    Lelaki juga ada yg menyukai wanita yg sudah dioperasi, berarti mrk berjodoh πŸ™‚

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb….
    Alhamdulillah, perlu mensyukuri nikmat Allah yang telah menciptakan kita. Ikuti sahaja perintah dan larangannya, jangan diterbalikkan. Yang kita cari adalah cantik dan indah (takwa) di sisi Allah bukan di mata manusia semata. Tulisannya mencerahkan.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

  4. ” Tubuhnya memang dipenuhi duri tapi itulah yang melindunginya dari banyak gangguan, dan pada saat yang sama banyak diantara Mawar-Mawar terenggut tak berdaya.” penggambaran yang amat manis bang … semoga wanita yang tak perlu memaksa menjadi mawar … πŸ™‚

  5. Menurut saya be your self sihhh…. kecantikan itu akan terpancar dengan sendirinya… krna setiap orang ada dengan ke unikan masing2 yg pastinya cantik dengan sudut pandang masing2 orang yg menilai….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s