Jendela, Hujan dan Bukit

Hujan tak kunjung reda. Curahnya yang tinggi menyebabkan banyak daerah yang terkena longsor dan banjir. Beberapa waktu lalu di Bima, kini masyarakat di Solok Selatan, Pesisir Selatan, Solok dan beberapa daerah lain di Sumatera Barat juga merasakannya. Talu, tempat saya dilahirkan juga terkena banjir. Begitulah hujan, kadang ia hadir membersamai keceriaan dan ketenangan namun kadang ia hadir membersamai ketakutan, kecemasan dan putus asa.

Dulu, dulu sekali, saat masih usia SD. Setiap kali hujan turun saya akan berdiri disisi jendela dan menatapnya jatuh satu demi satu. Tenang sekali rasanya. Tapi setelah hujan meruntuhkan sekeping bukit kami, menimbun puluhan rumah dan merenggut nyawa, cara saya memandang hujan menjadi berubah. Sejak saat itu setiap kali hujan datang, saya menjadi takut dan cemas. Memang saya masih berdiri di dekat jendela tapi tidak lagi untuk menikmati hujan. Mata ini hanya fokus menatap bukit yang berada tak jauh dari rumah, sambil berdo’a agar tidak ada lagi yang runtuh dan menimpa kampung kami. Begitu selalu, sampai akhirnya kami pindah dan tidak lagi tinggal didekat bukit.

Jadi saat banyak saudara-saudara saya di Sumatera Barat sana ditimpa musibah. Saya sedikit mengerti bagaimana kecemasan dan ketakutan yang muncul di dada mereka. Saya menjadi tahu bagaimana butuhnya mereka akan bantuan dan pertolongan dari pihak lain. Semoga mereka semua mampu melewati ujian ini. Semoga para pemimpin juga memberi perhatian yang layak untuk mereka.

Hujan deras dan angin kencang ini mungkin akan berlangsung hingga awal Februari. Selama masa itu bisa muncul banyak kemungkinan. Maka untuk menghadapinya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan;

  • Masyarakat yang berada di pinggir sungai atau daerah perbukitan agar tetap waspada dengan kemungkinan banjir dan longsor.
  • Tetap berhati-hati saat berkendara. Curah hujan yang tinggi menyebabkan jarak pandang terbatas dan jalanan menjadi licin.
  • Usahakan untuk memiliki nomor kontak instansi/pihak tertentu yang perlu dihubungi saat terjadi bencana agar bantuan dapat datang lebih cepat.

Semoga kita semua dijauhkan dari segala bahaya. Aamiin

——

Oh iya, maafkan soal judul postingan ini yang lebih layak disebut keywords dibanding judul 😀

Iklan

One response to “Jendela, Hujan dan Bukit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s