Kenapa Hujan Memutar Lagu Rindu?

Hujan sedang membasahi kota, kali pertama setelah tiga bulan saya disini. Karena ini hujan pertama sejak saya datang maka duduk memandangi dari balik jendela adalah cara yang paling tepat untuk menikmatinya. Saya yang terbiasa mendengar hujan jatuh di atas atap seng, kini mendengar lagu berbeda saat ia jatuh di atas atap genteng tanah liat. Di depan sana airnya langsung menyapa pucuk-pucuk daun yang sejak kemaren kering berdebu. Tanah berpasir halus pun basah sudah, ia dan hujan kembali meracik petrichor. Dan seperti biasa saya akan menghirupnya dalam-dalam, disini aromanya berbeda.

rainy day out window

Hebatnya hujan, ia selalu punya lagu rindu. Sehingga setiap kali menikmati hujan, ingatan saya selalu dibawa kemasa yang telah berlalu. Kadang ia memutar ingatan saat saya kecil, berteduh di pondok tengah sawah, meniti pematangnya atau saat berlarian pulang sekolah. Dilain waktu ia ingatkan tentang keteguhan ibu atau pengorbanan (alm) ayah.

Saya terkadang sering berfikir kenapa hujan selalu menyuguhkan lagu rindu dan kenangan. Apakah ini karena petrichor benar-benar menghasilkan aroma terapi yang menenangkan sehingga orang akan mengingat kembali seluruh kenangannya.

Atau mungkin ini disebabkan karena sifat air yang tidak pernah “punah”. Air hanya berubah bentuk lalu berjalan sesuai siklusnya. Hujan turun, mengalir di sungai lalu bermuara ke laut, menguap menjadi awan lalu turun kembali sebagai hujan. Sifatnya yang tak pernah punah, membuatnya menyimpan seluruh catatan ummat manusia, dari dulu, sekarang hingga esok. Bisa jadi hujan yang hari ini turun adalah hujan yang sama dengan yang telah membasahi kita saat bermain hujan ketika kecil dulu.

Atau mungkin ini adalah air yang sama dengan yang dulu mengangkut bahtera Nuh. Bisa jadi sama dengan air yang menghanyutkan Musa atau air yang dibelah Musa. Atau diantara hujan itu ada air yang dulu tidak sempat diteguk oleh 3 orang sahabat yang saling berebut pahala itsar di medan perang Yarmuk. Air itu terus berputar, karena pengalaman panjangnya itu mungkin hujan mampu memutar lagu rindu dan mengulang berbagai kenangan.

Si kecil Hilya, yang dari tadi saya gendong juga ikut melihat hujan. Kelak saat dewasa, ia akan jauh dari saya dan berdiri sendiri memandang hujan di pinggir jendela. Dan ketika itu hujan akan memutar lagu rindu, menceritakan kembali segala kenangan tentang Abi-nya. Bisa jadi itu hujan yang sama dengan yang hari ini kami nikmati bersama.

——————–
Hujan adalah rahmat yang diturunkan Allah
Ini waktu yang baik untuk berdo’a
——————–

KricakLor #77

4 responses to “Kenapa Hujan Memutar Lagu Rindu?

  1. Banyak kenangan yang diputar kalau hujan datang.
    Bagi saya aroma khas tanah basah tersiram hujan juga membawa macam-macam kenangan, yang paling berkesan saat main bola sewaktu kecil. Anak kampung macam saya main sepakbola ketika hujan datang saat kecil dulu adalah saat yang ditunggu.

  2. wah bg, sampai sy cari apa itu petrichor, dan kata ilmuan efeknya memmang begitu bg,
    “hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan hanya bisa menyimpulkan “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu”. Dan pada titik ini, para ilmuan meyakini bahwa manusia biasanya mendapatkan inspirasi..”

    hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s