Pejabat Eselon Generasi Baru

pelantikan eselon sumatera barat

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menutup tahun 2016 dengan sejumlah perubahan. Perubahan tersebut meliputi penataan ulang Organisasi Perangkat Daerah dan pelantikan pejabat eselon baru.

Penataan ulang organisasi perangkat daerah menyebabkan ada beberapa SKPD yang dihilangkan, digabung atau dibentuk baru. Beberapa SKPD yang dihilangkan seperti KPID, Bakorluh dan KORPRI. SKPD yang digabungkan seperti Dinas Perkebunan dan Dinas Pertanian. Sedangkan SKPD yang dibentuk baru seperti Dinas Kebudayaan dan Dinas Kominfo.

Penataan ulang ini berimplikasi pada perubahan struktur organisasi serta posisi para pejabatnya. Tercatat ada 51 pejabat esselon II yang telah dilantik dan dikukuhkan oleh Gubernur Sumatera Barat untuk menyesuaikan dengan SOTK yang baru. Pasca pelantikan eselon II, dilanjutkan dengan pelantikan 721 pejabat eselon III dan IV (189 pejabat eselon III dan 532 pejabat eselon IV). Sedangkan pada sisi lain, setidaknya ada 56 pejabat eselon III dan 106 pejabat eselon IV yang kehilangan jabatan.

Saya tidak terlalu tertarik dengan pelantikan eselon II ataupun eselon III, karena biasanya mereka adalah wajah-wajah lama yang hanya mengalami rotasi. Sebagian besar hanya berpindah-pindah dari satu SKPD ke SKPD lain, begitu seterusnya hingga pensiun. Kalaupun ada bagian yang menarik, itu biasanya hanyalah seputar intrik atau isu yang mengawali pelantikan dan kemudian menjadi bahan diskusi (gosip 😀 ) bagi para staf.

Berbeda dengan pelantikan eselon IV. Sebagian mereka adalah generasi muda yang mulai masuk ke zona birokrasi di sekitar tahun 2009 atau 2010, usia berkisar 30-35 tahun. Mereka orang-orang baru dengan semangat baru, memiliki sejumlah ide-ide kreatif dan kemauan berinovasi. Semakin banyak jumlah mereka, maka akan semakin baik bagi organisasi. Mereka diharapkan mampu menghadirkan cara-cara baru dalam melakukan pelayanan publik. Kita tahu tuntutan masyarakat terhadap layanan publik sudah semakin tinggi. Jika perangkat daerah masih menggunakan pendekatan dan cara lama maka tidak akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Saya sempat berdiskusi dengan beberapa diantaranya dan secara umum mereka memiliki beberapa kesamaan dalam cara pandang. Mereka memandang bahwa ada beberapa hal dari budaya organisasi yang harus diperbaiki, mereka cenderung berfokus pada kinerja dan bagian terpenting adalah mereka ingin melakukan perbaikan bagi organisasi. Ini jelas sebuah poin bagus.

Meskipun disadari bahwa dalam sistem birokrasi weberian, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh pejabat eselon IV. Tetapi bukan berarti tidak ada sama sekali. Setidaknya ada harapan baru dengan kehadiran mereka; para pejabat eselon generasi baru.

Selamat menjalankan amanah bagi teman-teman yang telah dilantik.
Jangan mengulangi kesalahan yang sama. Kalaupun nanti melakukan kesalahan, pastikan itu kesalahan yang baru :mrgreen:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s