Yang Kadang Dilupakan Aktivis Kampus

wpid-picsart_1431570145956

Mahasiswa yang melabeli dirinya dengan sebutan aktivis kampus, sesungguhnya merupakan harapan besar bangsa ini. Namun sebagian diantaranya hanya menyibukkan diri dengan rutinitas organisasi dan mengabaikan beberapa aspek penting yang mesti mereka pupuk semenjak dari kampus. Karena dunia luar dan dinamikanya tidak selebar ruangan sekretariat. Maka ada beberapa hal kecil yang perlu mendapatkan perhatian ulang;

Akademik yang bagus
Aktivis kampus setelah lulus harus menemukan profesi yg beragam. Wilayah kultural itu sangat luas. Jangan hanya berusaha mengejar untuk menjadi pengurus sebuah partai, anggota dewan, dosen atau pegawai negeri saja. Para aktivis diharapkan bisa bergerak di semua sektor dan kemampuan akademik yang baik menjadi syarat untuk bisa masuk di sektor manapun. Masuknya para aktivis dibanyak sektor akan memudahkan untuk melakukan perubahan dari berbagai arah.
Maka fokus utama bagi seorang aktivis ketika menjadi mahasiswa adalah mencapai nilai akademik yang baik (academic excellent), karena itu nyawanya mahasiswa. Aktivis itu harus berprestasi, Indeks Prestasi jangan sampai satu koma insyaAllah atau dua koma lumayan, apalagi sampai nol koma innalillahi. Aktivis harus mengejar nilai terbaik, harus tiga koma allahu akbar.

Kemampuan berwacana ilmiah
Aktivis harus mampu berwacana ilmiah, melakukan pemikiran yang mendalam terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan serta memikirkan solusi penyelesaiannya. Jangan ketika ada masalah sedikit langsung mengadu ke orangtua, paman, kakek, nenek. malu sama kucing, meong meong meong:mrgreen:

Aktivis tidak perlu takut berbuat salah. Harus ada keberanian mengungkapkan pendapat. Selagi masih muda, berfikir, ungkapkan pendapat dan berbuatlah. Tidak akan ada yang terlalu mempermasalahkan, jika salah wajar saja karena masih muda.

Aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan
Aktivis jangan hanya keren di kampus tetapi tidak dikenal dan tidak dipedulikan oleh orang-orang yang berada disekitar kontrakannya. Aktivis harus punya kemampuan bersosialisasi yang tinggi. Terlibat dalam agenda-agenda disekitar rumah, menjalankan kewajiban ronda, ikut kerja bakti dan sebagainya.

Aktivis itu harus menjadi pribadi ber-izzah, menjadi tokoh di masyarakat bukan karena bendera organisasi yang diusung tetapi karena karakter dan kepribadian yang disenangi masyarakat. Sehingga orang-orang disekitar akan menjadikannya sebagai referensi. Masalahnya sekarang adalah banyak yang mengaku aktivis dan bangga dengan simbol-simbol organisasi tetapi tidak profesional dalam bekerja. Ujung-ujungnya justru membubuhkan citra buruk pada organisasi.

Religius
Seorang aktivis harus kuat dalam interaksinya dengan pencipta. Ibadahnya harus terjaga agar mempunyai energi yang besar untuk melakukan berbagai aktivitas. Seluruh sarana yang mendekatkan diri dengan pencipta (tarbiyah) mestilah dipelihara dengan baik. Di dunia penuh kekacauan seperti ini tidak ada tameng yang lebih kuat selain keimanan.

Ini semua perlu diperhatikan lagi agar aktivis tak sekedar sibuk rapat, rajin seminar, upload foto dan debat tanpa berkesudahan. Dan saya pun juga tengah belajar untuk melakukan itu.

image

6 responses to “Yang Kadang Dilupakan Aktivis Kampus

  1. Banyak aktivis keren di kampus tetapi dia tidak kenal dengan lingkungan ditempat dia tinggal. Kadang kemampuan bersosialisasi yang tinggi hanya terbatas di “arena” dia bermai.

    Kemampuan bersosialisasi ini hendaknya juga menjadi syarat untuk diangkat sebagai salah satu syarat jadi pejabat. Masa ada dulu calon kapolri tidak dikenal oleh tetangganya. Ini kan menunjukkan kemampuan dia bermasyarakat yang sangat rendah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s