PNS Baik dan PNS Benar

26022015_092938_PNS3

Hanya ada dua kategori PNS di negeri ini : “PNS Baik” dan “PNS Benar”. “PNS Baik” itu adalah mereka yang bekerja sesuai aturan (baca: aturan atasan) dan melaksanakan pekerjaan dengan rapi walaupun itu berisi kesalahan namun dibungkus dengan istilah tertib administrasi. Seringkali perintah atasan yang berisi kesalahan tetap mereka laksanakan dengan senang hati karena mereka adalah PNS yang baik. Karena kebaikannya, atasan menjadi sangat menyukainya. Sedangkan “PNS Benar” adalah mereka yang bekerja dengan jujur. Berani menolak perintah atasan yang menyimpang dan tegas mengatakan yang salah sebagai sebuah kesalahan.

Jika menjadi “PNS Baik” maka kejujuran harus digadaikan agar kemudian disukai atasan, mendapat penilaian yang baik dan mudah mendapatkan promosi jabatan dari atasan. Sebaliknya jika memilih menjadi “PNS Benar”, atasan menjadi tidak suka, lalu mendapat penilaian yang buruk sehingga terhalang untuk kenaikan pangkat apalagi untuk promosi jabatan. Dalam birokrasi yang officialdom atasan adalah rajanya maka penolakan adalah pembangkangan kepada titah raja. Maka tersingkir dan terusirlah “PNS Benar” dari kampungnya sendiri.

“PNS Baik” sebenarnya tahu telah melakukan kesalahan tetapi takut untuk menegakkan kepala melawan perintah atasan. Ini adalah mental rakyat terjajah yang sudah tertanam sejak Belanda menginjakkan kaki. Sekaligus ini adalah konsekuensi dari sistem birokrasi weberian yang kita anut sehingga dengan mudahnya atasan menindas bawahan. Eselon 1 menindas Eselon 2, Eselon 2 melampiaskan ke Eselon 3, Eselon 3 menginjak Eselon 4, Eselon 4 menekan staf dan staf harus bertarung dengan dirinya sendiri, memilih menjadi baik atau benar. Kondisi ini pun semakin didukung oleh berbagai regulasi yang mengatur tentang Tupoksi, pada pasal mengenai tugas sering ditemukan ada ayat yang bunyinya “Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh pimpinan”. Maka cocoklah sudah, atasan bisa memberi perintah apa saja dan bagi “PNS baik” selagi itu perintah atasan, harus dilaksanakan, soal benar atau salah itu soal lain.

image

8 responses to “PNS Baik dan PNS Benar

  1. Menjadi baik itu tidak selalu baik, ternyata… Berbeda dengan salah satu tulisan saya beberapa abad yg lalu (silakan search di blog, heheee)

    Anyway, kategorisasi PNS berdasarkan sifat/sikap ternyata tidak ada di peraturan perundangan mana pun. Ya kan?

  2. Oleh sebab itu pemimpinnya yang harus benar maka bisa menekan bawahannya untuk menjadi benar, kalau dimulai dari yang tengah atau yang bawah maka akan sulit bahkan hampir mustahil kebenaran akan terjadi, oleh karena itu rakyat pun harus memilih pemimpin dengan hati nurani dan memilih pemimpin yang jujur dan punya integritas, bukan berdasarkan amplop alias uang pada saat ada pemilihan………………..kadang kadang rakyat juga yang salah……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s