Kenapa Memilih UGM ?

1381195379_Gedung Pasca UGM

Kata “abang” sekaligus “guru” saya, Hasdi Putra yang sekarang menjadi Dosen di Unversitas Andalas, ada banyak alasan orang untuk melanjutkan kuliah hingga jenjang S2, sedikit diantaranya adalah;
1. Berencana jadi dosen
2. Mengincar pekerjaan tertentu
3. Belum dapat kerja, Ingin menambah ilmu dulu
4. Agar cepat naik karirnya, naik pangkat dan sertifikasi
5. Cari ilmu plus jodoh, kalau dapat ya Alhamdulillah
6. Tugas belajar
7. Mumpung ada beasiswa
8. Tertarik di suatu bidang, dulu merasa jurusannya kurang pas
9. Pokoknya ingin kuliah S2 aja 🙂

Dan saya sendiri memiliki alasan yang sama seperti nomor 6. Namanya sih “tugas belajar” tetapi saya tidak benar-benar ditugaskan, lebih tepatnya ini adalah “tugas yang dipilih”. Saya memilih untuk menjadi mahasiswa lagi dan kembali belajar. Tidak ada batas waktu untuk belajarkan? meningkatkan kapasitas, mengejar ilmu hingga ke sumbernya, mempelajari hal-hal baru, bertemu dan berdialog langsung dengan orang-orang besar dan menempuh jalan yang dulu mereka lalui. Pilihan saya jatuh di Universitas Gadjah Mada, ini seperti “cinta lama bersemi kembali”. Dulu saat kecil saya pernah memimpikan kuliah disini namun belum kesampaian. Sekaranglah ternyata rindu itu berbalas.

Pilihan untuk kuliah disini bukan semata karena ini adalah salah satu dari kampus terbaik di Indonesia. Tetapi juga karena saya ingin memenuhi dahaga merantau, karakter dasarnya orang Minangkabau. Meninggalkan kampung dan hidup di rantau jauh, meskipun tak sejauh langkah kaki orang yang bahkan hinggap di negara lain. Tapi tak masalah, ini tetap tanah rantau, dan lidah sangat tahu beda antara kampung dan rantau. Di rantau rendang tak berasa rendang dan nasi tak berasa nasi :mrgreen:

Soal merantau ini, saya selalu teringat akan pesannya Imam Syafi’i ;

Merantaulah
Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan hidup asing (di negeri orang).

Merantaulah
Kau akan dapatkan pengganti dari orang-orang yang engkau tinggalkan (kerabat dan kawan).
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan..
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang.

Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa.
Anak panah jika tak tinggalkan busur, tak akam kena sasaran.

Jika matahari di orbitnya tak bergerak dan terus berdiam.
tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.

Bijih emas tak ada bedanya dengan tanah biasa di tempatnya (sebelum ditambang).
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.

Jika gaharu itu keluar dari hutan, ia menjadi parfum yang tinggi nilainya.
Jika bijih memisahkan diri (dari tanah), barulah ia dihargai sebagai emas murni.

imagesource

Iklan

26 responses to “Kenapa Memilih UGM ?

  1. semangat da! 🙂
    Salah satu mimpi juga nih. Selagi muda selagi kuat selagi semangat, yang tak akan lekang dimakan waktu memang ilmu yang bermanfaat 🙂

  2. Mantab mah.. Selagi lai namuah, lanjutkan.. 🙂 Sasuai postingan, alasan ambo kini tu no. 6.7, jo 9..

    Semangat.. Semoga lancar dan dimudahkan.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s