Jangan Asal Share

content-sharing

Kebiasaan buruk kita di medsos adalah sering kali menshare berita, artikel atau apa saja tanpa meneliti terlebih dahulu kebenarannya. Asal ada berita yang menarik, penuh kontroversi atau sesuatu yang aneh dan baru serta telah dilike banyak orang, maka tanpa basa-basi ibu jari langsung menyentuh tombol ‘share‘. Intensitas kesibukan men-share ini akan semakin meningkat jika mendekati masa-masa menjelang pemilihan kepala daerah, apalagi jika berita tersebut menyudutkan salah satu calon.

Sungguh ini bisa jatuh menjadi perkara yang tercela, menyebabkan tersebarnya fitnah dan menimbulkan banyak keburukan. Jadi, kita mesti bijak dan selalu hati-hati sebelum memutuskan untuk men-share berita. Ingatlah petunjuk dari Allah mengenai perkara ini;

“…dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri). kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).”
(Q.S. An-Nisaa: 83)

Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa ayat tersebut adalah pengingkaran terhadap orang yang terburu-buru memutuskan suatu permasalahan sebelum mengeceknya terlebih dahulu dimana ia memberitahukan kepada orang lain, menyiarkan dan menyebarkannya; padahal terkadang berita yang disebarkannya tidak sesuai dengan realita”.

Maka hal pertama yang harus dilakukan ketika mendapatkan suatu berita adalah menelitinya untuk mengetahui apakah berita ini benar ataukah sekedar hoax. Setelah mengetahui kebenarannya jangan pula langsung terburu-buru menyebarkannya. Karena terkadang beberapa hal yang telah jelas benar justru tidak perlu disebarkan jika hal tersebut menimbulkan kerusakan yang lebih parah. Kadang suatu berita harus diabaikan atau ditahan untuk sementara waktu. Agar berita-berita itu tak menjadi ghibah semata.

“Cukuplah seseorang dikatakan pendusta apabila ia menceritakan semua yang ia dengar.”
(HR. Muslim)

sumber image

7 responses to “Jangan Asal Share

  1. yang jadi masalah, mensharenyo dibarengi kata2 toyibah,,,subantuak ‘subahanalloh,,,,,,,,bla bla’, ‘astaghfirulloh,,,ternyata bla,,bla’, seolah ketika menambahkan kalimat toyibah berita yang tanpa kroscek ini mendadak jadi shoheh, yang lain mah lewat, cari sumber peduli mamat, kan udeh pake kalimat toyibah… subahanalloh ya postingannya #eh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s