Jauh Dibantu Apalagi Dekat

Mereka adalah etnis yang telah ada jauh sebelum Negara tempat mereka bernaung merdeka. Namun siapa sangka, setelah merdeka minoritas ini tak dianggap eksistensinya. Pengusiran dan pembantaian besar-besaran menimpa mereka, perbedaanlah yang membuat etnis Arakan (Rohingya) ini dipandang sebelah mata.

Puluhan tahun sudah Rohingya ditawan derita. Balita hingga orangtua berpeluang sama untuk menjadi korban berikutnya. Dibantai, diusir, diperlakukan semena-mena. Tak ada hari tanpa air mata di tanah mereka.

Disana, bayi-bayi kurus kering, anak-anak tak bisa menikmati masa serunya. Remaja-remaja terenggut mimpinya. Para orangtua pun tak kuasa berbuat apa-apa, hanya kasih sayang dan do’a yang mampu mereka berikan untuk keluarga tercinta. Jika suatu saat ajal pisahkan mereka, semoga Surga menjadi tanah abadi tempat mereka berbagi canda dan tawa.

Sahabatku sebangsaku tercinta, mari sejenak kita pejamkan mata, bayangkan nikmat yang telah kita terima hingga saat ini dan bandingkan dengan mereka. Kita tinggal di tanah yang merdeka, bisa berkumpul bersama keluarga, mengenyam pendidikan selayaknya. Kita bisa tidur diatas hamparan kasur empuk bertamankan bantal dan guling sejuk, dengan selimut yang menyempurnakan kantuk.

Namun, siapa yang tahu jika kenikmatan ini adalah musibah yang akan melenakan kita hingga lupa segala? Bisa saja kelapangan ini adalah kendaraan yang akan menggiring kita hingga terjerembab ke lembah keterpurukan.

Siapa yang jamin bahwa nikmat ini adalah kebahagiaan dan derita mereka adalah kesialan? Dan siapa yang jamin keberuntungan ini adalah isyarat yang memposisikan kita lebih mulia dimataNya? Bisa jadi, berbagai derita yang kini penjarakan etnis Rohingya adalah penggugur dosa yang akan buat mereka kelak berlari ke Surga. Dan bisa saja, keluasan rezeki dan harta kita saat ini akan menjauhkan kita kelak bahkan dari aroma Surga.

Jangan sampai semua itu terjadi, sahabat. Mari kita syukuri segala nikmat dengan tebar manfaat untuk umat. Saatnya wujudkan dengan bantu ringankan penderitaan saudara-saudara kita para etnis Rohingya dengan aksi nyata. Harta, jiwa, tenaga dan do’a, sangat mereka harapkan. Semoga, tiap titik keikhlasan yang terpancar atas rasa kepedulian terhadap saudaranya, manisnya akan kita petik, di SurgaNya.

 (dari ACT)

Iklan

7 responses to “Jauh Dibantu Apalagi Dekat

  1. kita turut prihatin dengan keadaan mereka. Sebagian Alhamdulillah sudah mendapatkan tempat pengungsian di Indonesia, di saat negara lain enggan untuk menerimanya.

  2. Sebagai negara sahabat hendaknya pemerintah menerima mereka, tempat di pulau sekitar Batam. Banyak pulau yang bisa kita berdayakan dengan kehadiran mereka.
    Semoga Allah swt memberikan jalan terbaik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s