Pergi Membajak Pesawat

compsite-compare-inine_2

Detector x-ray yang baru saja dilewati telah melihat “sesuatu”. Sehingga petugas segera memanggil saya ke pojok dan diminta membuka isi tas yang baru saja melewati tunel.
“Tolong dibuka tas nya mas, ada pisau ya dekat tempat laptop”, permintaanya sopan.
“Oke”, saya segera membuka tempat dimaksud.
“Ini cutter untuk meraut pensil mas, saya perlihatkan tempat pensil berisi cutter, rautan, penghapus dan 4 batang pensil 2B”
“Ini tidak boleh pak”, cegahnya sambil mengambil cutter dari dalam tempat pensil.
“Oh iya mas, saya tahu”, saya jawab sekenanya
“Seharusnya ini di bagasi pak, apakah bapak mau ini disita atau dimasukkan ke bagasi?”
“Disita saja mas”, jawab saya singkat sambil merapikan tas dan berjalan menuju ruang tunggu.

Pisau cutter kecil itu milik ibu, mata pisaunya sudah berkarat dan biasa dipakai didapur. Saya kemaren meminjamnya untuk meraut pensil walaupun sebenarnya saya punya rautan sendiri. Sambil menunggu jadwal keberangkatan, saya sampaikan kasus cutter itu ke istri melalui HP yang sudah lowbat,
“…. cutter ibu disita sama petugas bandara, mungkin mereka fikir uda akan menggunakan cutter berkarat untuk membajak pesawat….”, cerita saya sambil bercanda:mrgreen:
Dan diseberang terdengar suara tawa, membuat saya makin ingin segera cepat berada di rumah, apalagi terbayang si kecil Hilya🙂

Dan soal cutter tadi, ini adalah kali pertama saya membawanya dalam penerbangan. Saya sudah menduga ini bisa jadi masalah dalam pengawasan keamanan bandara. Hanya saja saat berangkat dari BIM menuju Soekarno-Hatta, si cutter dapat melenggang dengan aman. Saya pun berfikir kalau ia bisa kembali pulang dengan aman karena sepertinya pengawasan tidaklah ketat. Eh ternyata cerita menjadi lain, ia tak bisa pulang ke Padang. Kalau sudah begini sepertinya pengamanan di BIM lah yang lemah dan perlu jadi perhatian nih bagi pihak terkait.

3 responses to “Pergi Membajak Pesawat

  1. Harusnyo latakan dibpaliang bawah lampok jo benda plastik, biasonyo lolos, haha…
    Ambo acok guntiang nan disita dek patugeh, baa juo lai wak-e sadang dinaih tantu indak bisa awak mampatahankan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s