Murabbi Batu Akik

Halaqah04.27.14

Sampai tengah malam para pengasah batu akik masih setia di depan mesin asah, mengikis batu sedikit demi sedikit. Tidak peduli udara dingin malam yang membungkus kulit, debu-debu serpihan batu memerahkan mata dan menyumbat hidung, perut keroncongan yang hanya berisi kopi dingin dan kantuk yang henti-henti mendera. Namun mereka terus mengasah, terus dan terus sampai mereka mendapat kepingan batu indah didalamnya.

Sumbringah sekali senyum mereka saat melihat kilau keping batu indah itu. Diterawangnya ke lampu yang menggantung, disenter dan ia melihat kilau yang semakin terang. Para pengasah itu begitu bahagia apalagi setelah nanti dijual dengan harga yang tinggi. Hilanglah seluruh letih.

Kadang Murabbi mesti seperti pengasah batu. Tidak mengeluhkan waktu yang hilang bersama keluarga karena habis terpakai untuk datang dari satu halaqah ke halaqah lain. Tidak membiarkan diri didera kelelahan, terus berusaha kuat dan gigih menghadapi berbagai tantangan dalam setiap proses membina mutarabbi. Tidak menyerah saat menemukan mereka begitu keras diasah dan terus berusaha mencari potensi unggulnya. Lelah yang menyapa, penat yang menumpuk, debu masalah yang menerpa tidak mengurangi semangat untuk terus membina.

Hingga akhirnya para mutarabbi yang dibina menjadi kader terbaik di bidang masing-masing. Menjadi kader unggul yang berkilau akhlaknya dan menjulang kontribusinya. Menjadi titik-titik cahaya yang akan menerangi umat.

Iklan

14 responses to “Murabbi Batu Akik

  1. Terkadang zaman sekarang memang susah mencari mualim dan murabbi yang pantang menyerah dalam membina kader-kader islam. apalagi dukungan sosial sekarang kurang untuk kepentingan agama.

  2. Analoginya sangat mengena. Semoga tetap ada para murabbi/ah yang menegakkan panji Islam.
    Batu akik lagi demam sampai ke kampung pelosok sekalipun. Di kampung saya yang biasa menambang emas sekarang pindah haluan jadi pencari batu akik.

    Ambo juo indak pakai cincin batu akik padohal batu akik banyak di kampuang ambo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s