Harga BBM dan Tarif Angkot

terminal-angkot-padang-700x466

Pemerintah memang sedang lagi hobi menaikkan tarif itu sebabnya harga BBM (baca:Premium) naik lagi. Dan harga yang paling cepat naik menyusul BBM adalah tarif angkutan kota (angkot). Memang begitulah perangai sebagian sopir angkot, jika harga BBM naik maka tarif langsung naik. Namun saat BBM turun, tarif angkot justru menjadi yang paling terakhir turun. Adu mulut antara sopir dan penumpang karena persoalan tarif ini menjadi tak terelakkan. Ibu-ibu di komplek dan di kantor langsung mengeluh dengan kondisi ini, terutama mereka yang pulang pergi dengan angkot.

Saat awal pemerintahan Jokowi menaikkan harga BBM Rp2000, dari Rp6.500 menjadi Rp 8.500. Tarif angkot pun langsung naik dari yang awalnya Rp 3.000 menjadi Rp4.000, naik Rp. 1000. Beberapa waktu kemudian pemerintah menurunkan harga BBM menjadi Rp 6.600 tetapi tarif angkot malah enggan untuk turun. Hanya sebagian sopir yang menurunkan tarif kembali ke tarif awal Rp. 3000 sedangkan sebagian yang lain tetap bertahan di tarif Rp. 4000. Kemudian pemerintah kembali menaikkan harga BBM Rp.200 menjadi Rp 6.800, sopir angkot menyambutnya dengan menaikkan tarif menjadi Rp. 4000.

Sekarang saat pemerintah kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp7.300. Para sopir angkotpun segera menaikkan tarif menjadi Rp5.000. Ini kan parah, tarifnya lebih mahal dibanding saat harga BBM dinaikan pertama kali pada harga Rp. 8.500, saat itu tarif Rp. 4.000.

Tarif Rp. 5.000 ini akan sulit lagi untuk berubah meskipun nanti harga BBM kembali turun. Tapi jika nanti harga BBM naik lagi Rp. 500 maka tarif angkot juga akan segera menyusul naik menjadi Rp. 6.000. Begitu seterusnya, begitu mudah untuk naik tapi sulit untuk turun.

Kita tidak sedang menyalahkan sepenuhnya sopir angkot karena tentu mereka perlu menyesuaikan tarif angkot dengan belanja BBM dan setoran mereka setiap hari. Namun kita menyayangkan sikap Pemerintah yang kembali menaikkan harga BBM dan tidak memberi perhatian dengan persoalan yang timbul setelah itu. Persoalan tarif angkot ini penting. Sebagian masyarakat masih setia menggunakan angkot sebagai moda transportasi dan kenaikan tarif itu benar-benar memberatkan mereka. Harus ada kontrol terhadap kenaikan biaya transportasi yang disebabkan oleh kenaikkan harga BBM. Jangan dibiarkan begitu saja. Pemerintah mungkin bisa dengan enteng menyebut bahwa kenaikan harga BBM itu cuma Rp. 500, CUMA LIMA RATUS. Tetapi efek nya bisa jauh lebih besar dari itu, berkali lipat, untuk perkara tarif angkot saja sudah begini bagaimana dengan barang/jasa lain.

Jadi dimana orang yang dulu dengan lantang teriak Pro Rakyat, bahkan si tuan putri sampai nangis saat menyampaikan tanggapan penolakan BBM. Sekarang lagi banyak yang menjerit nih, hanya saja ga jadi berita.

IMAGE

10 responses to “Harga BBM dan Tarif Angkot

  1. Regulator tarif angkot jg blm maksimal sih. Selama ini ga ada layanan pengaduan buat melaporkan sopir yang belum nurunin tarif saat harga bbm turun. Sebagai customer kita cm bisa nerimo kenyataan aja…

  2. Wahhh!! makin ga wajar ini harga tarif angkot, jaman saya masih di jakarta dulu tarif angkot hanya 1500, lalu naik jadi 2000 kemudian 3000 dan sekarang 4000..

    BBM naik lagi angkot bisa jadi 6rb lama-lama.. ini namanya menguras kantong karyawan. Rasanya tidak imbang, bbm naik terus namun kebijakan perusahaan jarang ada yang ikut menaikkan juga untuk gaji karyawannya..

    Untunglah saat ini saya sudah kembali ke kampung halaman, paling tidak untuk akses kemana-mana dekat..

    Kebetulan saya tinggal di perumahan Ciputra yang juga ada daerah perkantorannya, jadi cukup jalan kaki saja sudah sampai dikantor..
    http://www.citragrandcity.com/residential/somerset-west/the-hill-2/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s