Menunggu Afifah Hilya Nafisah

Adalah sangat menyenangkan untuk bisa mengikuti dari hari ke hari perkembangan janin di rahim istri. Bahagia sekali rasanya mengetahui bahwa ia mulai tumbuh di dalam sana, ukuran yang membesar, organ yang semakin lengkap, indra yang semakin sempurna dan tendangan yang semakin terasa. Saya membuatkan semacam kontrol untuk memantau itu semua, sebuah Lembar Kontrol Kehamilan.

Afifah Hilya Nafisah

Lembar ini saya bagi dalam 3 warna; merah untuk trimester I, kuning untuk trimester II dan hijau untuk trimester III. Trimester I itu merah karena istri harus berhenti dari rutinitas harian yang berat, tidak boleh lagi mencuci, mengangkat barang-barang berat, harus lebih banyak istirahat. Kuning di trimester II untuk berhati-hati karena resiko keguguran masih ada. Sedangkan hijau di trimester III berarti izin untuk melaju, silahkan banyak bergerak agar persalinan lancar, ini sekaligus isyarat bagi janin untuk hadir di dunia, lampu hijau nak. Dan diantara semuanya, jelas trimester pertama yang lebih menegangkan, berhasil melewati zona merah begitu melegakan. Bagaimanapun trauma keguguran di kehamilan pertama masih menghantui.

Saya menempelkannya di dinding kamar, pada posisi dimana bisa langsung terlihat saat bangun dari tidur. Senang saja melihat bulatan-bulatan merah itu terus bergerak ke bawah dari minggu ke minggu. Setiap kali pulang dari RS untuk USG, kontrol mingguan di bidan, membeli perlengkapan bayi atau hal-hal lain yang penting akan kami catat disini. Nanti saat ia telah pandai membaca ia akan tahu bahwa banyak momen yang ia lalui selama berada di dalam rahim umminya. Ia akan tahu kalau dulu pernah menemani ummi-nya nyoblos di Pileg dan Pilpres walaupun saat itu partai dan capres pilihan ummi-nya kalah dan pemenangnya adalah presiden yang sekarang menaikan harga BBM, tepat sehari setelah kelahirannya.

Selain mengisi Lembar Kontrol Kehamilan, saya pun antusias menunggu datangnya hari rabu. Berdasarkan penghitungan sederhana usia janin di rahim istri akan bertambah 1 minggu setiap hari rabu. Dan saya akan mengelusnya dari luar sambil berujar “happy anniversary nak” (tolong dibaca: selamat nak usia mu udah nambah seminggu lagi). Hari ini, pada peringatan Hari Guru Nasional, sungguh saya minta maaf yang sebesar-besarnya pada guru Bahasa Inggris sejak zaman SD-SMA; Buk Midar, Pak Ujang dan Buk Des karena telah melakukan kesalahan fatal dalam ber-english-ria :mrgreen: Namun meskipun salah saya tetap lanjutkan ritual itu, sebab sudah menjadi kebiasaan :mrgreen:

Janin yang pertumbuhannya saya perhatikan sejak Februari 2014, alhamdulillah lahir pada tanggal 17 November 2014 (24 Muharram 1436 H) . Kami menamainya Afifah Hilya Nafisah : Perempuan yang berharga dan memiliki kemulian tinggi.

DSC_0019

Iklan

18 responses to “Menunggu Afifah Hilya Nafisah

  1. Barakalllaahh bang…
    Hahahaha… daebak!! Mantap pencatatan status kehamilan Abi-nya ketimbang bidan/dokter πŸ˜€

    next time semoga cerita dan memori tentang Hilya semakin kumplit bang. *benarkan Hilya panggilannya bang? πŸ˜€

    • haha mantap iyo tapi ndak lengkap doh ni, ndak ado pakai tensi, hb, fe, dll nyo doh. πŸ˜€ he

      iyo semoga makin komplit cerito nyo nanti.
      iya etek Aini, panggilannya Hilya πŸ˜€

  2. Alhamdulillah.. Welcome, little princess. Semoga keberkahan selalu menaungi Afifah Hilya Nafisah. Semoga menjadi qurrota a’yun untuk semua. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s