Saya Lupa Mengasah Gergaji

book_06

Konon kabarnya ada seorang pemuda yang melamar pekerjaan pada seorang pedagang kayu, dan dia mendapatkannya. Gaji dan kondisi lingkungan kerja yang bagus membuatnya memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin. Majikan memberikannya sebuah gergaji dan tugasnya adalah memotong batang-batang kayu menjadi beberapa bagian.

Hari pertama ia berhasil menggergaji 40 batang kayu. Sang majikan sangat terkesan akan pekerjaannya dan berkata, “Bagus, bekerjalah seperti itu terus!”. Termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari ia bekerja lebih keras lagi, namun ia hanya bisa menyelesaikan 35 batang kayu. Pada hari ketiga ia berusaha bekerja lebih keras lagi dari sebelumnya, tetapi hanya 28 batang kayu yang bisa ia selesaikan. Hari-hari berikutnya hasil pekerjaannya semakin berkurang.

Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku”, pikirnya. Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak mengerti atas apa yang terjadi.
Kapan saat terakhir kau mengasah gergaji?” sang majikan bertanya.
Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya hanya sibuk dan fokus menggergaji”, katanya.
Mungkin kau perlu sedikit waktu untuk mengasah“, majikannya memberi saran.

—–

Kadang kehidupan kita tak ubah seperti si pemuda penggergaji kayu. Seringkali kita sangat sibuk sehingga tidak lagi mempunyai sedikit waktu untuk mengasah gergaji. Atau telah lupakah kita dengan cara mengasah agar tetap tajam?. Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras. Tetapi tidaklah seharusnya kesibukan mengabaikan hal-hal yang sebenarnya sangat penting dalam hidup.

Lihatlah, selepas menyelesaikan sekolah atau kuliah kapan terakhir kali kita benar-benar membaca untuk belajar. Kapan terakhir kali kita menelaah berbagai referensi ilmu untuk satu kesimpulan. Kita lebih banyak merasa cukup dengan ilmu yang sudah didapat tanpa keinginan untuk mempelajari hal-hal baru. Sungguh bila tidak ada waktu untuk mengasah maka kita akan tumpul dan kehilangan efektifitas.

—-
Sesungguhnya saya sedang mengingatkan diri sendiri. Yang rasanya semakin tumpul karena perlahan mulai berhenti belajar. Mulai jarang membaca, berat untuk mempelajari pengetahuan baru dan malas mengulang ilmu lama.
—-

Iklan

15 responses to “Saya Lupa Mengasah Gergaji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s