Yang Tersisa Dari Akad

white_and_pink_heart-1280x800

Tiga hari kemaren termasuk hari-hari berkategori berat dan padat karena beberapa persiapan penting bertumpuk penyelesaiannya disana. Fikiran yang terfokus mempersiapkan akad dan walimatul ‘ursy adik kadang membuat emosi sulit dikendalikan. Semua itu membuat saya tidak peduli dengan pelantikan presiden baru apalagi dengan resepsinya Rafi-Nagita yang disiarkan live di tipi-tipi bak pangeran kerajaan Inggris.

Kalau pun ada fikiran saya membahas Jokowi itu hanya karena pasokan premium hilang di SPBU menjelang pelantikannya. Bisa-bisa mobil rombongan mempelai laki-laki mogok di perjalanan karena kehabisan BBM. Saya khawatir pelaksanaan akad menjadi molor dari jadwal yang telah ditetapkan. Tapi untungnya keluarga mempelai laki-laki penganut faham “sedia payung sebelum hujan“, BBM mobil telah diisi full pada malam sebelum berangkat sehingga bisa meluncur dengan mulus dari Agam menuju Padang.

Tepat pukul 09.30 rombongan mempelai laki-laki tiba di lokasi akad dan saya pun sudah standby lengkap dengan hafalan “ijab” yang baru saja diajarkan Kepala KUA Kuranji. Para tamu undangan juga telah memenuhi Mushalla Al-Ikhlas, alhamdulillah tidak ada tamu yang tersesat karena Mugikun telah membuatkan petanya. Ustadz Muhammad Faisal Almandawiy bertindak sebagai MC dalam acara akad ini dan pembukaannya disempurnakan dengan pembacaan Alqur’an oleh Wildan Rasyid.

Setalah kedua mempelai siap, Ijab Qabul prosesi inti dari akad nikah pun dimulai. Saya cukup bisa tenang menghadapinya karena pernah mengalami momen ini sebelumnya, tentu dengan posisi yang berbeda, dulu sebagai mempelai sekarang sebagai wali. Meski sudah berpengalaman ber-ijab qabul tetap saja keliru dalam pengucapannya, mungkin ini karena terlalu Pede. Untungnya mempelai laki-laki juga keliru, jadi saya tidak terlihat sebagai orang yang paling grogi disana :mrgreen:

Pada kesempatan ketiga barulah ijab qabul berjalan lancar,

Rizki Abdillah Fadhal, Saya nikahkan engkau dengan adik kandungku Dian Silvira Binti Khairul dengan maharnya seperangkat alat sholat tuunaaiiiii. “

Saya terima menikahi adik kandung bapak Dian Silvira Binti Khairul dengan maharnya seperangkat alat sholat dibayar tunai.

Sah.. sah. saaah..

Alhamdulillah, akad nikah ini telah selesai dilaksanakan. Seseorang sekarang telah menjadi bagian dari keluarga kami, adik kami pun menjadi bagian dari keluarganya. Dan dua keluarga telah dihimpun menjadi satu.
Baarakallahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khair

Terimakasih untuk semua yang telah membantu dalam pelaksanaan akad nikah dan walimatul ‘ursy ini. Semoga Allah memberikan balasan yang tak terhingga untuk antum semua. Aamiin.

dian silvira

——————-
Ayah, hari ini salah seorang putrimu telah menikah. Seseorang sekarang akan berusaha menjaganya sebagaimana dahulu engkau telah menjaganya. Ayah, semoga engkau berbahagia disana saat mengetahui kabar ini. Dan semoga kelak kami semua bisa berkumpul bersamamu  di surga-Nya. Aamiin.
——————-

Iklan

15 responses to “Yang Tersisa Dari Akad

  1. sah??lah sah yo pak
    alhamdulillah
    aku tak de ngecap si kunik kato kami urang siko
    nape??
    tak de diundang…baik oleh adik atau kakak
    #sakitnya tu disini, kt kawan2 heheh
    Ye lah dg doa sj dihaturkan, baarakallahulakuma waa baaraka ‘alaykuma waajama’a bayna kuma fii khoir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s