Mencari Wanita Berpenghasilan Tinggi

182908_10150100687843077_351571048076_6343700_2152567_n

Adalah aneh jika ada seorang laki-laki yang mensyaratkan bahwa calon istrinya haruslah seseorang yang sudah bekerja. Sebisa mungkin seorang PNS, jika guru boleh tapi dokter akan lebih baik, jika pegawai bank oke tapi pegawai BUMN sangat bagus sekali. Ia berharap dengan menikahi seorang wanita yang telah bekerja maka beban nafkah rumah tangga bisa dibagi berdua, uang terkumpul lebih banyak sehingga ia tidak perlu bekerja ekstra untuk memenuhi semuanya. Ingatlah bahwa kewajiban memenuhi nafkah itu tertumpang dipundak para suami, tak usah risau soal rezeki, berusahalah di jalan yang halal, maka Allah akan memudahkan semuanya.

Lain halnya jika hati tidak pernah mensyaratkan demikian dan dalam setiap do’a hanya memohon agar Allah memberi pendamping hidup yang sholehah. Namun ketetapan Allah berbicara lain, Allah berikan wanita yang sholehah, cantik, dari keluarga baik-baik, kaya, bekerja dan memiliki penghasilan yang tinggi, maka itu tentu layak untuk disyukuri. Namun hal itu jangan sampai menjadikan kita berfikir bahwa beban menafkahi telah berkurang. Bagaimanapun kewajiban sebagai seorang suami tidak berkurang sedikitpun.

Jangan sampai kekhawatiran soal rezeki setelah menikah menjatuhkan kita pada kondisi kelemahan iman. Jangan sampai harapan untuk hanya menikahi wanita yang berpenghasilan tinggi menjauhkan kita dari wanita sholehah. Sungguh Allah tidak akan menelantarkan umatnya di kolong langit tanpa jatah rezeki sedikitpun. Terlebih bagi orang-orang yang ingin menggenapkan dien-nya dan menyelamatkan kehormatannya melalui pernikahan.

——-

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”.
(An Nuur: 32)

“Ada tiga golongan manusia yang berhak mendapat pertolongan Allah, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”.
(HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

Dan berapa banyak binatang yang tidak menanggung rezeki-Nya, Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya (kepada binatang) dan kepadamu (para manusia ), dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(Al-Ankabut: 60)

Barang siapa memperbanyak istighfar maka Allah s.w.t akan menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka.
(Hadis Riwayat Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abdullah bin Abbas r.a.)

image luar

Iklan

33 responses to “Mencari Wanita Berpenghasilan Tinggi

  1. Terima kasih tausiahnya di hari jumat ini, Mas…
    Berarti doanya harus diganti, menjadi “Ya Allah, aku mohon berikan hamba pendamping yang Sholehah, dan berikan hamba kemudahan dalam menjemput rizki yang halal yang telah Engkau tetapkan.” 🙂

  2. wah kok ada ya laki-laki yang mau ringannya aja, untung si partner nggak begitu meski saya juga bekerja tapi diapun tidak melarang saya jika nanti saya berhenti bekerja..

  3. dulu, waktu msh di kampus syok denger ada para lelaki yg ‘ngantri’ pdkt sama perempuan FK dg alasan demi masa depan (materi bakal terjamin). kirain itu cuma kepikiran sama lelaki belum dewasa aja, Da, ternyata…. 😦

  4. Aku hanya bisa berkata itu menunjukan kualitas imannya
    Apa yg didapatkannya adalah apa yg diinginkannya
    segala sesuatu sudah ada konsekwensinya
    ketika si pria berpikir begitu akan dia rasakan nnt ketika telah terealisasikan di dalam pernikahannya
    Bagaimana sebuah RT dg kesibukan masing2, byk kelalaian akn tercipta, kelalian mengngatkan dalam kebaikan, kelalaian dalam melihat dan menjaga keisalman anak dan seteresnya hanya dikarenakan kesibukn dan kecapekan masing2
    Sampai saat ini, aku masih berpikir sangat indah berada di rumah dg kesibukan rumah dan anak2 nantinya, bagaimana menjaga kebersihan rumah, menanam berbgai jenis bungan dan sayur2an atau buah2an, mencoba berbagai masakan dan ntn bergelut dg anak2, duhai betapa indahnya, belum dg bercengkerma bersama dg tenaga yg full tnpa ada alasan capek kerjaan kantor…
    Semoga para ikhwan dan akhawat bisa berpikir akan fitrahnya masing2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s