Mie Rebus Rasa Blokade Istri

Mie instan itu fenomenal, dikenal dan disuka banyak orang. Ia candu yang tidak bisa saya lepaskan. Mulanya karena terpaksa lalu terbiasa, menjadi kesukaan dan akhirnya tak bisa ditinggalkan. Saat cuaca dingin dan hujan turun, menikmati mie rebus ekstra pedas di dekat jendela adalah cara yang tepat.

Tapi beberapa minggu terakhir istri melarang saya memakan mie instan, sungguh itu blokade yang ketat. Larangan itu sebenarnya bukan karena alasan kesehatan tetapi karena ia takut ikut tergoda memakannya, sementara dokter telah melarangnya memakan makanan yang mengandung zat kimia. Akhirnya saya seperti dihadapkan pada Mie Simalakama, jika tidak dimakan saya yang “sakit“, jika dimakan istri yang “sakit“. :mrgreen:

Tapi peluang memang selalu terbuka bagi orang yang bersabar πŸ˜€ Kemaren sore istri menghadiri acara pekanannya dan hujan turun membasahi Padang. Ini kesempatan, saat jam kantor telah berakhir saya bergegasΒ memacu sepeda motor pulang. Hujan tidak lagi dihiraukan karena di depan mata telah terbayang mie rebus ekstra pedas. Sesampai di rumah, saya langsung beres-beres dan menyiapkan bahan yang diperlukan; bawang merah, bawang putih, minyak goreng untuk menumis, telur, air putih, sambal dan sebungkus mie instan, itu adalah mie instan terakhir yang tersimpan di rumah kami.

Hujan masih turun di atas atap, mie rebus ekstra pedas siap disantap.
Terfikir mengirim foto nya ke istri untuk sekedar menggoda tapi saya batalkan, takut merusak konsentrainya, bisa-bisa nanti ia minta izin pulang lebih cepat hanya untuk sekedar menikmati mie rebus spesial ini, mie rebus rasa blokade hehe. Akhirnya saya nikmati sendiri sambil membayangkan ekspresinya yang nanti pasti akan heboh mengetahui semua ini.

0e447d97a50d1a43fca61a3b122ad9dc.jpeg.600x0_q85_crop-smart_upscale

Alhamdulillah kerinduan ini tertunaikan juga, mangkok nya telah bersih licin. Sebentar lagi bidadari rumah ini akan pulang, saya bergegas meletakkan mangkok di westafel. Sengaja tidak langsung dicuci agar memudahkan istri untuk melakukan investigasi terhadap peristiwa penting yang telah ia lewatkan.

Ups semua diam. Bidadari datang, saya bukakan pintu sambil tersenyum lengkap dengan wajah tanpa dosa lalu kembali duduk seolah tidak terjadi apa-apa sementara ia berjalan ke belakang untuk mengambil sesuatu. Perlu diketahui diluar hujan telah reda tapi “badai” sepertinya akan segera datang dari dalam, tepat dari arah dapur.

Uudaaaaaaaaaaaa, uda nih.. makan mie tadi ya, makannya sendiri ajaa, huuuaa.”, suara datang tepat dari arah dapur. Itu ekspresi kaget dan sebongkah keinginan untuk ikut makan mie.
Mumpung tidak ada yang melarang, haha“, dan saya hanya bisa membalas dengan tertawa terbahak-bahak, semacam ekspresi kemerdekaan setelah lepas sebentar dari blokade.
Udaa nih ada-ada saja, haha awas ya.. hehe“, dari dapur pun terdengar tawa

http://eemoticons.net
——————

Iklan

27 responses to “Mie Rebus Rasa Blokade Istri

  1. πŸ˜€ Hahaha jadi pengen makan mie nih! mie emang udah jadi selera semua orang. Bahkan gue juga suka makan soto, rendang, bakso (dalam bentuk mie instan) :p hehee.
    Sakit apa Bang?? kok gak boleh makan mie?! :/ semoga bisa sembuh dan bisa menikm ati mie setiap saat. Kemarin saya coba mie yang rasa dari korea (lupa namax apa) enak banget! cuma masaknya agak ribet. πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s