Memuliakan Yang Terlambat

Watchwallpaper

Postingan ini ditulis dari dalam sebuah ruangan pelatihan salah satu instansi pemerintah. Dari undangan yang diterima pekan lalu saya diharuskan untuk menghadiri pelatihan tepat pada pukul 08.30. Saya sampai di lokasi pukul 08.31 dan mendapatkan ruangan pelatihan yang kosong. Jangankan peserta, panitianya pun masih belum datang. Hanya ada lampu yang menyala terang di tengah ruangan.

Kita memang punya satu budaya buruk; “untuk apa datang cepat-cepat, toh acaranya nanti juga akan molor“. Ketika setiap peserta berfikir demikian, maka kemoloran benar-benar terjadi. Parahnya panitia pun berfikir sama; “pesertanya akan datang telat, kita tidak perlu buru-buru

30 menit berlalu, ada sedikit kemajuan telah datang 2 orang peserta lagi, panitia memasuki ruangan, “kita tunggu 15 menit lagi ya, masih banyak yang belum datang“. Begitulah, yang terlambat lebih dimuliakan, ditunggu sampai kapanpun agar acara bisa dimulai. Dan yang tepat waktu harus menerima hukuman, sebab mereka harus bersabar untuk menunggu orang-orang yang terlambat.

Memuliakan yang terlambat, Menghukum yang tepat waktu

Pukul 09.30 acara dimulai, “acara kita mulai ya, mohon maaf atas keterlambatan ini, kalimat standar yang datar

. Oke lah kalau begitu DesiSmileys.com

7 responses to “Memuliakan Yang Terlambat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s