Nikmatilah Kopimu Kawan

DSC_0476

Kadang pekerjaan serupa dengan kopi yang kebanyakan orang lebih memilih untuk meminumnya dari gelas yang bagus. Jarang yang mau menyeduhnya di dalam gelas jelek yang kecil. Padahal, dimanapun diletakkan kopi tetaplah kopi, bagian itu yang penting. Soal citra dan penilaian orang itu urusan lain.

Pekerjaan pun demikian, tidak dinilai dari seberapa bergengsi tempatnya, dari seberapa mewah dan megah bangunannya. Selagi bekerja, dimanapun tetap sama. Selagi halal maka tidak perlu malu melakoninya.

Sebagai laki-laki kita dinilai pada seberapa kuat kemauan dan kesungguhan dalam mencari nafkah, produktif bekerja lalu pulang membawa uang yang halal dan penuh berkah. Sesederhana itu saja. Dan jika suatu saat kesulitan rezeki datang beriringan dengan peluang menggenggam uang haram, maka disaat itulah diperlukan seorang istri yang dengan tegas berkata “aku lebih tahan kemiskinan daripada api neraka

—-
Siang hari, Kabupaten Tanah Datar
Mendengar curhat yang bertahun merindu menjadi PNS
—-
Nikmatilah kopimu kawan, InsyaAllah berkah.

12 responses to “Nikmatilah Kopimu Kawan

  1. “Nikmatilah kopimu kawan, InsyaAllah berkah.”

    baiklah, insyaAllah,, sip sip.. #menikmati hari2 pasca kampus,
    pas juga sama pesan dari majalah tarbawi “tak perlu bebani diri dengan apa yang kita tidak punya” *note to myself

    *testing emot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s