Iranian Corner Universitas Andalas

Donny_Syofyan_S.S._MHRM_MA_Saat_Mempresentasikan_Program_Kerja_Iranian_Corner_Unand

Sebagai seorang alumni Universitas Andalas, saya sungguh menyayangkan langkah pihak kampus yang mendirikan Iranian Corner. Pendirian Iranian Corner yang merupakan kerjasama antara Universitas Andalas, Islamic Cultural Center (ICC) dan Kedutaan Besar Iran kabarnya bertujuan untuk membuka mozaik dan khazanah intelektual dan kultural tentang Iran secara lebih luas kepada warga Universitas Andalas. Namun saya khawatir ini justru akan menjadi menjadi pondasi awal untuk sebuah pintu gerbang bagi masuk dan tumbuh suburnya Syiah di ranah Minang.

577258_535717906444100_2086561071_n

Kita tahu Islamic Cultural Center (ICC) adalah sebuah lembaga pusat kebudayaan Republik Iran yang berdiri sejak 2003. Jalaluddin Rakhmat dan Haidar Bagir merupakan beberapa orang yang mengajar di pusat informasi kebudayaan Iran ini. ICC juga kerap mengundang ulama-ulama Syi’ah dari Iran untuk berdakwah di Indonesia, kadang mereka juga menggelar ujian seleksi bagi calon mahasiswa yang berminat belajar ke sejumlah hauzah ‘ilmiyyah ataupun universitas di Iran, maka jadilah ICC sebagai jalan bagi para pelajar yang akan menimba ilmu ke Iran. Para pelajar itu kemudian belajar di Iran dan mendapat beasiswa penuh.

Saat kembali ke Indonesia para lulusan Iran itu aktif menyebarkan paham Syi’ah dengan membuka majelis taklim, yayasan, sekolah, hingga pesantren. Diantaranya ada Ahmad Baraqbah yang mendirikan Pesantren al-Hadi di Pekalongan, ada juga Husein al-Kaff yang mendirikan Yayasan al-Jawwad di Bandung, dan tentu saja lebih banyak lagi yayasan Syi’ah yang telah tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

ICC juga berperan menyebarkan paham Syi’ah melalui penerbitan buku atau mendistribusikan buku-buku yang ditulis oleh orang-orang Syiah. Lebih dari 300-an buku tentang Syi’ah telah diterbitkan, jumlah ini tentu akan terus bertambah.

Sedangkan Iranian Corner adalah salah satu program ICC untuk lebih mendekatkan paham Syi’ah dengan dunia kampus dan mahasiswa. ICC telah membuka Iranian Corner dibeberapa kampus di Indonesia seperti di UIN Syarif Hidayatullah, Univeritas Muhammadiyah Jakarta, Univ. Muhammadiyah Malang, Univ. Ahmad Dahlan Yogyakarta, dan UIN Sunan Kalijaga. Dan mereka akan terus melanjutkan pendirian Iranian Corner, Universitas Andalas adalah tanah pendirian berikutnya yang mereka kapling.

Mereka membungkus Iranian Corner seolah hanya berfungsi sebagai pusat referensi mengenai Iran dan kebudayaan Persia melalui buku-buku, saluran televisi Iran dan jurnal ilmiah. Namun mereka akan sering menggelar diskusi-diskusi tentang Syi’ah, Ahlulbait, filsafat, dan logika. Perlahan itu semua menjadi sarana untuk mendoktrin bahwa Syi’ah bukan sesat dan bisa saja satu persatu mahasiswa yang telah termakan doktrin mulai menjadi pengikut Syi’ah.

Maka sebelum bibit itu tumbuh dan berkembang, Universitas Andalas harus mengkaji lagi kebijakan pendirian Iranian Corner. Tidak banyak manfaat yang bisa dipetik dari Iranian Corner, masalah lah yang lebih banyak mengikutinya kelak. Jangan sampai ini menjadi titik awal rusaknya Islam di ranah Minang.

Para tokoh islam, para dosen terkhusus dosen Agama Islam, para aktivis mahasiswa dan pegiat LSM yang peduli akan dampak buruk dari Iranian Corner serta paham Syi’ah yang dibawanya, harus segera bergerak melakukan audiensi dan lobi dengan pihak terkait untuk membatalkan pendirian Iranian Corner di Universitas Andalas. Jangan memberi ruang sedikitpun untuk tumbuhnya Syi’ah, suarakan bahwa mereka telah memilih tanah yang salah untuk membangun.

——
info terbaru (kamis, 5 Juni 2014)
setelah mendengar tanggapan dari banyak pihak (ulama, tokoh masyarakat, dosen, mahasiswa, alumni dan pihak lain) baik yang pro maupun yang kontra, akhirnya rektor Unand memutuskan untuk menunda pendirian Iranian Corner sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

ini email lengkap dari Pak Rektor
image

——–
Alhamdulillah, semoga sampai kapanpun hal ini tidak pernah bisa terwujud.

4 responses to “Iranian Corner Universitas Andalas

  1. Kabarnya rektor sudah mendiskusikan bersama pimpinan kampus terkait pro-kontra pendirian corner-corneran ini, dan hasilnya wacana ini tidak jadi diwujudkan saat ini. bahasanya “Ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s