Peran Wisma dalam Dakwah Kampus

PROLOG
Hujan dan gelombang frekuensi suara dua narasumber serta satu rapat dalam sebuah ruangan membuat diskusi bersama para penghuni wisma-wisma Fakultas MIPA Universitas Andalas kurang masksimal. Jadi saya coba uraikan lagi beberapa poin yang kemaren disampaikan, mana tahu ada pesan yang tak sampai.

PERAN WISMA
1. Pintu Kaderisasi DK
Setiap aktivis dakwah kampus haruslah memahami bahwa peran kaderisasi begitu penting dalam menjamin keberlangsungan dakwah kampus. Wisma adalah salah satu pintunya. Peluangnya terbuka besar disaat penyambutan Mahasiswa Baru, berapa banyak para perantau yang sangat butuh tempat bernaung. Jual lah wisma dengan sederet keunggulannya disana, sebarkan brosur yang menarik, tawarkanlah rumah huni yang nyaman, kental akan nilai islam dan diskusi ilmiah.

2. Mempercepat pembinaan
Akan sangat berbeda kualitas dua tanaman jika yang satu tumbuh di tanah subur dan yang lain di lahan gersang. Bibit yang berada di tanah subur akan tumbuh lebih baik dibanding yang di lahan gersang. Dan wisma adalah tanah subur itu.
Berbagai program dan kurikulum yang ada di wisma membantu penghuninya untuk medapatkan ilmu melebihi apa yang mereka dapatkan di kampus. Membantu mereka mengetahui sesuatu lebih cepat dibanding yang lain. Mereka mulai berbuah saat yang lain baru akan berputik.

3. Membentuk kader unggul
Kurikulum dan program wisma yang terkelola dengan baik akan membentuk kader-kader unggul; tarbiyah, organisasi dan akademik.
Penghuni wisma unggul secara terbiyah; mereka memiliki amal yaumi yang terjaga dan terus meningkat. Saat melihat teman sudah tilawah 1 juz, ia tercambuk untuk bisa melakukan hal yang sama, aura berlomba menuju kebaikan itu mamacu mereka untuk terus membaik. Jika lupa ada yang mengingatkan, salahpun ada yang menegur. Liqo’ mereka terjaga, bahkan tak sedikit yang kemudian menjadi mentor bagi yang lain.
Penghuni wisma unggul dalam aktivitas organisasi; mereka penggerak inti organisasi-organisasi di kampus, merekalah presiden dan ketua nya.
Penghuni wisma unggul dalam akademik; prestasi akademik mereka bisa dibanggakan, tidak bermasalah dengan dosen, tidak menyontek apalagi membuat jimat saat ujian, dan tidak ada yang menyandang IP nasakom (nasib satu koma) lalu lulus dengan prediket “sangat memuakkan”

4. Membantu kerja DK
Penghuni wisam harus siap digerakkan kapan saja untuk menopang kerja-kerja dakwah kampus, entah itu serangan fajar, menyiapkan atribut atau menyiapkan masakan untuk suatu kegiatan.

PERMASALAHAN WISMA
Peran wisma tidak akan berjalan maksimal jika wisma dibingkai oleh masalah. Masalah-masalah tersebut antara lain
1. Ukhuwah yang retak
Retak karena soal sepele semisal petugas piket yang tidak mau mencuci talam, kaos kaki berserakan, rendaman cucian yang sudah bau, baju kotor yang bergelantungan, handuk basah yang diletakkan di kasur, dan kesalahan-kesalahan sepele lainnya yang tidak diselesaikan dengan bijak dan lapang dada.
Lalu membuat gank di dalam wisma, ada blok kanan dan blok kiri, saling diam dan tidak bertegur sapa, memelihara prasangka buruk tanpa pernah tabayyun.
Jika retak ini dipelihara dan tak diselesaikan, ia akan pecah berkeping-keping, tak ada yang tersisa kemudian selain luka dan perih.

2. Kurikulum tidak berjalan
Kurikulum pembinaan kadang tidak berjalan karena tidak ada kontrol dan komitmen, merasa terbebani dengan berbagai program.dll

3. Peraturan tidak dilaksanakan
Kadang peraturan terlihat sangat mengekang tetapi sejatinya itu untuk menjauhkan para penghuni dari hal-hal yang melenakan dan tak bermanfaat.

4. Keteladanan yang kurang
Tidak ada senior/pembina yang menjadi rujukan bagi anggota wisma membuat wisma akan berjalan tanpa arah, apalagi jika tidak ada komitmen yang kuat dari para penghuni wisma.

SOLUSI
1. Meningkatkan keimanan, ukhuwah itu dipengaruhi iman
2. Keteladanan dari setiap kader
3. Komitmen untuk menjadi lebih baik

EPILOG
Lalu diskusi, selesai. Pukul 18.00 hujan reda, saya mohon pamit.
Semoga wisma MIPA makin produktif : wisma Mujahid, wisma Iqro’, wisma ukhuwah, wisma Pelita Sholehah, wisma Hurriyah, wisma Syakuro Shafiyah dan wisma Muthi’ah.
—–
Oh ya beberapa bagian tidak bisa ditulis🙂

6 responses to “Peran Wisma dalam Dakwah Kampus

  1. Usul pak. yang juga perlu ditingkatkan adalah toleransi (asalkan bukan hal yang prinsip), sering kali “kosan” terasa lebih nyaman daripada “wisma” karena keprivasian lebih terjaga, sehingga jangan jadikan “wisma” sebagai pusat gosip berawal.

  2. wisma o wisma
    Alhamdulillah aku bangga pernah menjadi bagian dari wisma, dari mulai numpang utk UMPTN sampai numpang dah KKBDN (kelar kuliah bleh dunk Nebeng)
    Ketika wisma MIPA td yg disebutkan, jadi lgsg ter…haru, senang, rindu, sedih, ceria de el el…jadi teringat dg semua nama wisma yg disebutkan tp sepeertinya sdh mengercut ya???
    mei 2014 berarti masih baru …
    Apa kabarmu hai wisma??
    Apakah engkau masih seperti dulu?
    Apakah masih menadi t4 yg kmi sll snjung dan ruang rindu utk kembali…?
    Wisma sesuatu, cetar membahana>>
    T4 tinggal yg indah semasa muda…
    (Sekarang juga masih muda)…😀
    wisma o wisma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s