Sepanjang Sinabung – Kelud

Kelut
Sepanjang Sinabung-Kelud, musibah membawa pesan, menyeruak tanya pada diri.
Adakah ini sebuah ujian?
Guna menakar iman yang terpatri. Mengukur kemampuan mengalahkan ego diri. Lalu berpijak ke tempat lebih tinggi.
Atau adakah ini sebentuk teguran?
Karena dosa telah memenuhi lisan, tangan, badan. Lalu teguran datang agar tidak salah jalan.

Jika ini ujian, marilah memperbanyak sabar. Jika teguran, marilah beristighfar dalam tunduk yang dalam, lalu bersabarlah. Allah Maha Pengampun. Sungguh Allah menyayangi kita semua, tak ada beban yang melebihi kemampuan kita untuk memikulnya.

——————————–

Semoga musibah yang datang semakin menjadi bukti bahwa kitalah si makhluk lemah, teramat lemah, maka hanya kepada Allah sajalah beribadah dan berserah. Bergantunglah kepada-Nya.

Semoga semua saudara kita yang mendapatkan musibah tetap bersabar, rintihan doanya menjadi pahala dan sabarnya jadi ibadah.

Dan semoga kita yang dilintasi garis Sinabung-Kelud menjadi semakin mendekat dengan Allah, agar tidak tersesat dalam menemukan jalan pulang.

Iklan

6 responses to “Sepanjang Sinabung – Kelud

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s