Berapa Kali ke Mall?

Sudah 12 tahun saya tinggal di Kota Padang. Sejak masa SMA, kuliah hingga bekerja. Sejak ongkos angkot yang hanya Rp.500 sampai sekarang menjadi Rp. 3000. Saya sudah berpindah-pindah dari kecamatan satu kecamatan lain. Awalnya di Lubuk Begalung, lalu Pauh, Padang Timur, Nanggalo, Kuranji dan sekarang di Padang Utara. Enam dari sebelas kecamatan yang ada di Padang. Kalau dihitung-hitung, agaknya saya sudah bisa nyaleg tahun depan dengan basis massa di enam kecamatan tersebut :mrgreen:

Tapi meskipun sudah 12 Tahun disini, sangatlah jarang saya mengunjungi mall-mall (bisa dibaca: supermarket) nya. Kalau dihitung-hitung cuma 5 kali saja dan itupun hanya 2 kalinya saja yang berbelanja langsung. Sekali ke Matahari, sekali ke Plaza Andalas dan tiga kali ke Basko Grand Mall

Matahari Dept Store, Pasar Raya Padang
foto03
Sebelum adanya Plaza Andalas dan Basko, tempat ini menjadi idola banyak orang. Dulu, orang-orang dari kampung belum afdhal disebut pergi ke Padang kalau belum berbelanja di Matahari. Saat mereka pulang ke kampung pastilah membawa kantong kresek yang berlogo Matahari, gengsinya sangat tinggi, woow sangatlah saat itu. Dan kabarnya bagi para perantau yang ingin bertemu dengan orang kampungnya, maka cukup mangkal saja di Matahari, kemungkinan besar akan bertemu disana. πŸ˜€
Saya kesini tahun 2005, membeli baju koko bersama teman-teman ETOS PADANG, persiapan menjelang idul fitri.

Plaza Andalas
??????
Plaza ini berdiri diatas Terminal Lintas Andalas dan sejak saat itu tidak ada lagi terminal di Kota Padang. Bus-bus AKDP berserakan dimana-mana, mencari dan menunggu penumpang di sepanjang jalan. Memenuhi pinggiran Jalan Hamka di Air Tawar atau di kawasan perempatan By Pass Lubuk Begalung. Meskipun sudah dibangun terminal yang baru tetapi tidak berfungsi dan akhirnya ditutup secara perlahan, hingga akhirnya sekarang disulap menjadi Kantor Walikota Padang. Maka jadilah Kota ini tanpa terminal.

Eh, soal Plaza Andalas,saya pertama kesini sekitar bulan April tahun 2013, beberapa tahun setelah orang ramai berduyun-duyun ke Mall baru di Kota Padang itu. Dan kedatangan saya pun bukan untuk berbelanja, tetapi hanya sekedar menemani kawan kantor yang ingin membeli gelas πŸ˜€

Basko Grand Mall
premier-basko-hotel-padang
Basko Grand Mall adalah pusat perbelanjaan modern di Padang yang dikelola oleh PT. Basko Minang Plaza, dibawah kelompok usaha Basko Group. Sebelumnya komplek perbelanjaan ini dikenal juga dengan nama Minang Plaza. Pada tahun 2009 pusat perbelanjaan ini kembali direnovasi setelah terjadi kerusakan atas beberapa peristiwa gempa bumi di kota Padang. Mal ini mempunyai 3 lantai dan bersebelahan dengan hotel Premier Basko Hotel Padang, yang memiliki 9 lantai, dan merupakan hotel berbintang lima pertama di kota Padang.

Jumlah kunjungan kesini lebih banyak dibanding ke tempat lain, terhitung sudah 3 kali. Saya datang kesini pertama kali tahun 2011. Saaat itu saya menjadi panitia sebuah acara yang diadakan di Hotel Basko, ada beberapa perlengkapan yang kemudian saya beli di mallnya. Kedatangan kedua bersama istri di tahun 2013 untuk mencairkan voucher kado pernikahan ke foodmart dan yang ketiga menemaninya membeli sepatu.
Tapi sepertinya jumlah kunjungan ke Basko bisa terus meningkat karena sekarang ada istri yang harus “dikawal” setiap kali ia pergi ke mall atau pasar, dan lagi pula saat ini rumah kami juga cukup dekat dengan Basko, bisa jadi makin sering nih di tahun 2014 :mrgreen:

Sebenarnya dalam persepsi saya, Mall memiliki poin yang tidak baik. Namun jika diminta menjelaskan, saya tidak tahu juga bagaimana menjelaskannya. Jiwa ini tidak terlalu tertarik untuk menginjakkan kaki di dalamnya. Mungkin karena saat kecil saya sudah lebih terbiasa dengan pasar rakyat :mrgreen: , ya semacam ikatan batin lah, ah bukan, semacam kenyamanan, entahlah.
Karena alasan itu juga mungkin, saya sama sekali tidak pernah singgah di Biskop. Apapun film nya.

Iklan

31 responses to “Berapa Kali ke Mall?

  1. Hebat Da. Bisa dihitung dengan jari kunjungan ke mallnya. Kalo saya dimanapun itu seminggu pertama hampir bisa dipastikan ke mallnya dua ato tiga kali. Pastia daaa ajaa lesannya. Hehehehe.

  2. Hebat bang, salut aja dari sekian12 tahun baru lima kali ke mall. Dua jempol untukmu.
    Eh.. boleh juga tuh nyoba jadi caleg, kenapa ga nyoba? 5 kecamatan bisa lebih dari cukup untuk 3 kursi. πŸ˜€

    Salam kenal

  3. hahaha…. klo saya baru 1,5 tahun di kota jambi,sudah sangat sering ke mall… tiap bulan selalu ada kunjungan ..hheee…
    karena pasar rakyatnya begitu “mengerikan” bagi saya,,,, banyak jambret .. ;(..
    so… mall adalah pilihan t4 belanja yang lebih aman….

  4. πŸ˜€
    hebat pula nemenin beli gelas aj ke mall…
    hmmm, ato sebenarnya nemenin makan kawan kali??!!
    trus krn kawan rang talu baik hati dan tidak sombong, melihat ada kwan yg sepeetinya dah lama belum makan dan minum, jadi deh ditraktir,,,jadi pas nemnin bli gelas, rangtalu nya bagai orang lemas gt kan….hohoho

  5. kok dindingnya ga pecah2 atuh
    pecahin aj gelas yg dah retak,,coba tny sama kawan yg dulu gelasnya dah retak belum??klo udah minta sgeera biar bisa dipecahin

  6. Betah banget ya bang, selama 12 tahun hanya 5 kali ke mall. Kalo saya mah seperti bang danirachmat, dimanapun itu pasti senang ke mall. Baik itu belanja, main, nonton, makan, atau sekedar jalan2 tanpa tujuan pasti (baca: refreshing). Selama hidup di Makassar dan Surabaya, saya nonton bioskop di mall aja sudah lebih dari 100 kali, gimana total berapa kali ke mall, wah udah nggak terhitung πŸ™‚

  7. Saya baru 4 bulan di kota Ambon, tapi ke mall sudah lebih dari 40 kali, haha…
    Saya banyak kali ke mall karena beberapa alasan: ke atm, beli kebutuhan pangan & sandang, ke toko buku, beli pulsa, mall dekat dari proyek sehingga bisa ngadem dulu kalo lagi puyeng, spending my time.
    Dan setiap kali pulang kerja saya melewati mall itu sering tergoda untuk masuk hanya untuk window shopping.
    Beruntungnya saya pergi dan pulang kerja harus lewat mall itu kalo jalan kaki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s