Berdua Akan Sempurna

Bukanlah hal yang menakutkan saat saya harus tampil berbicara dihadapan banyak orang. Tidak akan ada jantung yang berdegup kencang atau tangan berkeringat dingin saat duduk bercerita sendirian di depan ratusan pasang mata asing. Tidak sedikitpun ada kekhawatiran terserang demam panggung.

Tapi kali ini berbeda, hanya duduk dihadapan tiga orang saja harus membuat saya sibuk mengatur bermacam strategi mengatasi demam panggung. Menganyam erat jari-jari tangan yang dingin, menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan debar jantung yang berkejaran dan mengatur nada suara agar tidak bergetar. Apalagi salah satunya adalah mahasiswi psikologi yang konon katanya bisa faham karakter seseorang hanya melalui tulisan tangan atau gestur tubuh. Lalu gerak menjadi terbatas dan ruang pertemuan serasa makin mengecil.

Saya menjadi gugup dan saya tahu ia pun dengan kondisi yang tidak jauh berbeda. Untung saja ada ustadz AA, Ustadzah HPA beserta anak-anaknya yang mendampingi dan mencairkan suasana.
Disinilah kami, dua orang berbeda dipertemukan untuk sebuah misi yang sama bernama pernikahan. Diminta untuk saling mengenal kepribadian masing-masing karena pernikahan sejatinya harus dilalui dalam sebuah semangat untuk saling memahami. Ada kesyukuran untuk menerima seluruh kelebihan dan kesabaran untuk menerima kekurangan. Karena tidak ada satupun yang sempurna.
Dan pertemuan sore itu pun kami tutup dengan sebuah komitmen.

Sementara diluar hujan turun dengan deras, saya selipkan berbaris-baris do’a diantara rintik-rintiknya.
dan sebuah puisi Karena Ini Pukul Lima Sore

—————-
Kawan.. jika kelak kau ingin menikah janganlah sibuk mencari-cari pasangan yang sempurna. Sesungguhnya itu teramat sulit, pencarian itu hanya akan memakan umurmu. Berharaplah diberi jodoh yang tepat, yang akan menutupi kekuranganmu dan kau pun menutupi kekurangannya, berdua kalian akan sempurna
—————-

flashback#2 ta’aruf

16 responses to “Berdua Akan Sempurna

  1. hehe jadi pengin lihat macam mana panggung klo lagi demam, jantung yg berdebar, nada yg tidak bergetar,,klo ga ada getarnya ga bersuara dunk pak??
    alahai knp tak di buat sejarah dalam lembaran gambar…
    hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s