Menjemput Jodoh

MENJEMPUT JODOH

Jalan hidup ini panjang dan menyimpan banyak cobaan yang siap menyeret dikiri dan kanannya. Adalah sepi dan sunyi jika jalan itu harus dilewati sendirian. Apalagi untuk saya yang lemah ini, sungguh tidak akan kuat bertahan melewati semuanya sendirian, membujang tanpa teman. Maka menikah adalah sebuah kerinduan.

Sebenarnya keinginan untuk menikah itu sudah muncul sejak semester 3 perkuliahan, sekitar tahun 2005. Walaupun ketika itu belum ada calon istri sama sekali. Pacarpun juga tidak ada karena bagi saya pacaran adalah pilihan yang tidak jantan. Sayangnya keinginan besar yang ada saat itu tanpa disertai dengan langkah-langkah konkrit untuk mewujudkannya. Maka ia hanya menjadi sebuah tema pada diskusi-diskusi lepas bersama teman-teman, tanpa moderator tanpa notulensi, hanya wacana wacana dan wacana.

Lalu satu persatu teman mulai menggenapkan dien-nya, dan saya mesti sibuk melayani banyak pertanyan yang homogen,”Kapan mau nikah??”, atau menanggapi komentar “ndeh, lah talambek abg mah“. Kadang pertanyaan dan komentar itu sampai juga kesudut hati membekas sedikit gores, tapi lebih sering juga saya anggap angin lalu. Saya tidak perlu sedih karena yakin dengan janji Allah bahwa ada pasangan yang telah disediakan-Nya. Dan ini juga tidak terlambat, bukankah setiap kita punya jadwalnya sendiri-sendiri, ada saat yang tepat untuk itu semua. Karena ini juga bukanlah lomba lari dimana kita harus mulai berlari disaat hitungan yang sama. Ada jadwal tertentu untuk masing-masing kita.

Bersabar dan terus memperbaiki diri adalah sebuah usaha untuk menjemput jodoh. Allah akan berikan orang yang tepat disaat yang tepat. Skenario Allah tidak ada duanya. Skenario paling penuh kejutan dan paling keren, saya percaya itu. Pada saatnya nanti akan ada belahan jiwa yang tepat, lalu semua proses akan dimudahkan, insyaAllah.
Dan Kesendirian ini tidak akan selamanya.

———————–
flashback #1 proposal
Di pertengan November 2012, sebuah email masuk di inbox gmail, ada email dari Ustadz AA. Hanya berisi baris-baris pesan singkat dan satu file lampiran yang berjudul: proposal.docx
dan dibawalah ke hamparan sajadah istikharah..
lalu : bismillah

Iklan

29 responses to “Menjemput Jodoh

  1. Mantap! Satuju bana!!!
    Walaupun tulisannyanya belum selesai, saya sangat setuju makna dan tujuan untuk apa tulisan ini dibagi. –> Berbagai motivasi, Segeralah menikah….!!! πŸ™‚
    Kalau sekarang, saya pun sudah bisa membalas setiap tulisan provokatif dari saudara ku ini. Saya punya cerita yang lebih mantap bro. He he…
    Tapi apakah akan dishare? Saya pikir-pikir dulu. Mungkin saat ini masih belum bisa dibagi, dan memang tidak pandai juga membagikannya melalui tulisan yang menarik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s