Menimbang Pilkada Kota Padang

img51ef4aaf6903dKPU Padang
Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang tidak akan lama lagi, kita hanya tinggal menghitung hari. Jika tidak ada aral melintang akan ada 10 pasangan yang bertarung yang akan membuat suasana persaingan semakin panas di Kota Padang. 3 pasangan calon menaiki gerbong partai politik dan 7 pasangan lainnya maju lewat jalur independen. Jumlah ini dua kali lipat jika dibandingkan dengan peserta Pilkada 2008, dimana dimenangkan oleh Fauzi Bahar dan Mahyeldi.

Pasangan yang maju dari jalur partai politik adalah Mahyeldi-Emzalmi (PKS-PPP), M.Ichlas El Qudsi-Januardi Sumka (PAN-Partai Demokrat) dan Emma Yohana-Wahyu Iramana Putra (Golkar-PBB). Sedangkan 7 pasangan yang maju dari jalur independen dan jumlah dukungannya adalah sebagai berikut; Maigus Nasir-Armalis 36.870 dukungan, Syamsuar Syam-Mawardi Nuh 44.056 dukungan, Ibrahim-Nardi Gusman 42.613 dukungan, Kandris Asrin-Indra Dwipa 43.323 dukungan, Indra Jaya-Yefri Hendri Darmi 53.040 dukungan, Desri Ayunda-James Helliward 48.271 dukungan, Asnawi Bahar-Surya Budi 54.906 dukungan.

Sangat menarik menyimak ini semua, ada 10 pasangan yang ingin menjadi walikota dan wakil walikota Kota Padang. Semoga ini menjadi sebuah isyarat bahwa mereka datang untuk membenahi dan mengurus kota ini, bukan untuk menguras. Dan lebih menarik lagi jika melihat bahwa sebagian dari 7 pasangan yang maju lewat jalur independen, tidak benar-benar bisa disebut independen, tapi alternatif. Mereka memakai jalur “alternatif” karena tidak bisa maju melalui partai mereka. Sebut saja Asnawi Bahar dan Kandris Asrin (Golkar) dan Maigus Nasir (PAN).

Jika dilihat pengalaman di beberapa Pilkada, para calon independen belum banyak yang memperoleh kemenangan. Kekuatan partai politik masih merupakan pendukung utama dalam Pilkada. Kalaupun ada kemengan calon independen, itu haruslah orang yang berkompetensi dengan rekam jejak yang bagus, benar-benar populer, punya jaringan yang luas dan dana yang cukup. Sedangkan diantara nama-nama yang maju lewat jalur independen pada Pilkada Kota Padang tidak banyak yang tahu dengan sepak terjangnya. Adapun banyaknya jumlah dukungan untuk calon independen saat pendaftaran tidak menjadi jaminan bahwa sebanyak itu juga jumlah pemilihnya saat Pilkada. Sehingga sangat sedikit kemungkinan peluang menang dari calon independen.

Sementara itu jika kita baca peluang ketiga calon yang maju melalui partai politik berdasarkan perolehan suara pada Pemilu 2009 di Kota Padang, dimana Partai Demokrat memperoleh 111.469 suara, PKS 39.638 suara, PAN 39.205 suara, Golkar 29.413 suara, PBB 13.916 dan PPP 12.571 suara. Maka Pilkada Kota Padang akan dimenangkan oleh Michel-Januardi Sumka yang diusung PAN-Partai Demokrat dengan jumlah suara 150.674. Disusul Mahyeldi-Emzalmi (PKS-PPP) 52.209 suara dan Emma Yohana-Wahyu Iramana Putra (Golkar-PBB) 43.329.

Namun hitung-hitungan itu tidak akan mutlak berlaku. Michel-Januardi tidak akan bisa mengantongi suara Partai Demokrat sebanyak hasil Pemilu 2009, mengingat berdasarkan hasil beberapa survey terakhir suara Partai Demokrat mengalami penurunan yang cukup tajam seiring dengan banyaknya tokoh Partai Demokrat yang terseret kasus korupsi dan menurunnya pamor SBY. Sedangkan keberadaan Januardi Sumka sebagai pasangan Michel, jika boleh disebutkan tidak akan terlalu berpengaruh banyak. Suara PAN kemungkinan juga akan terpecah, mengingat Maigus Nasir mantan Ketua DPRD Padang dari PAN dan Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah juga akan maju sebagai calon walikota. Meskipun begitu kepopuleran Michel yang merupakan anggota DPR RI akan mampu menjadi faktor pendukung kemenangannya, karena pada Pemilu Legislatif tahun 2009 ia berhasil mengumpulkan 13.290 suara, itu sebuah modal awal yang bagus untuk memenangi Pilkada Kota Padang.

Sementara itu, incumbent Mahyeldi yang sering unggul pada beberapa survey terakhir berpasangan dengan Emzalmi yang merupakan mantan Sekda Kota Padang, komposisi antara (mantan) wakil walikota dan mantan sekda membuat pasangan ini lebih berpengalaman dibanding calon lain dalam mengurus Kota Padang. Kekuatan PKS dengan barisan kader-kadernya yang solid akan menjadi mesin penggerak kemenangan bagi Mahyeldi-Emzalmi. Sehingga peluang Mahyeldi cukup besar untuk memenangi Pilkada Kota Padang. Meskipun PKS dihadang isu korupsi tetapi hal ini tidak akan banyak berpengaruh terhadap pemilih PKS, ini terbukti dari beberapa Pilkada justru dimenangkan pasangan dimana PKS adalah pengusungnya, seperti di Provinsi Jawa Barat, Provinsi Sumatera Utara, Kota Payakumbuh dan Kota Padang Panjang.

Sedangkan Emma Yohana yang merupakan satu-satunya calon perempuan di Pilkada Kota Padang, memperoleh 35.262 suara di Kota Padang pada pemilu legislatif 2009. Ia berpasangan dengan Ketua DPD Golkar Kota Padang Wahyu Iramana Putra. Dukungan dari pemilihnya saat pemilu legislatif 2009 dan dukungan dari Golkar akan banyak membantu Emma Yohana. Apalagi di Kota Padang jumlah pemilih perempuan lebih besar dari pemilih laki-laki, jika ia mampu mengelolanya dengan baik maka itu akan menjadi kekuatan tersendiri baginya. Tapi masalahnya suara Golkar akan terpecah untuk beberapa tokoh-tokoh Golkar yang juga maju secara independen, dan kultur Minangkabau juga belum memungkinkan bagi seorang perempuan untuk mendapat ruang menjadi pemimpin sekelas walikota. Ini akan sedikit penghambat bagi Emma Yohana, tetapi tetap ada peluang.

Melihat semua persaingan ketat ini, menurut penulis hanya akan menyisakan Mahyeldi-Emzalmi dan Michel-Januardi dibarisan depan untuk berpacu menentukan pasangan mana yang akan mengambil tugas kepemimpinan Kota Padang 5 tahun ke depan. Siapapun pemenangnya, semoga menjadi yang terbaik untuk Kota Padang dan untuk kita.

sumber data:
1. KPU Provinsi Sumatera Barat
2. KPUD Kota Padang

2 responses to “Menimbang Pilkada Kota Padang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s