Mempersulit Maka Dipersulit

77pns

Saya paling tidak suka dengan birokrasi yang panjang berbelit-belit dan mesti bayar ini itu disetiap meja. Mengurus selembar surat kadang menunggu sampai seminggu, ada saja masalahnya: “Bapak lagi tidak ditempat“, “belum diparaf“, “maaf kunci lacinya dibawa teman“, “form nya sudah habis dek, kembali lagi besok“. Dan setelah bolak-balik kesana dengan perjuangan yang berdarah-darah, baru selesai, itupun harus dibayar dengan sedikit uang pelicin, oh maksudnya uang administrasi, padahal tidak satupun peraturan tertulis yang menyebutkan harus membayar.

Bahkan saat mengurus surat nikah tempo hari di RW. Si Bapak ngomong, “lai ado uang rokoknyo ko diak?”, maksudnya ia meminta sedikit uang pelicin, padahal ia hanya membubuhkan tanda tangan saja, sebagai bukti kalau saya adalah warganya, masa harus bayar juga. Saya hanya nyengir, “eh ambo ndak marokok doh pak” (jawaban ga nyambung):mrgreen:

Selidik punya selidik, bisik punya bisik, konon kabarnya sebagian kita memang suka demikian, punya hobi mempersulit orang lain, dengan harapan orang tersebut akan memberi uang untuk memudahkan urusannya. Sebagian berbuat begitu karena merasa gajinya tidak cukup, kehidupannya sempit, jadi harus berpandai-pandai mencari uang melalui apa yang ia kerjakan, tidak peduli jika itu memberatkan orang lain. Begitu enteng melakukan pungutan ini itu.

Mereka mungkin belum tahu, tindakan yang ia lakukan tidak akan membuatnya kaya, justru akan semakin mempersempit kehidupannya. Bayangkan saja, setiap orang yang mereka persulit pastilah mengutuk dan berharap keburukan untuk mereka.

Ah kita tutup sesi ini dengan sebuah sabda Rasul
“Barang siapa yang menyulitkan (orang lain) maka Allah akan mempersulitnya para hari kiamat”

9 responses to “Mempersulit Maka Dipersulit

  1. Hehe, saya kenal seorang kakak. Beliau cerita dengan kesal, dulu pernah ngurus sesuatu di kampus (entah di bironya, entah di bank kampus, saya lupa), jadi setelah selesai diminta uang administrasi (saya lupa entah berapa puluh ribu, yang jelas terlalu mahal). Trus kakak itu bilang dengan tegas ke ibu itu, “Tolong tunjukkan pada saya bukti hitam diatas putih yang mengharuskan saya membayar uang dengan jumlah segitu.”

    hehe, ibu itu kayaknya ketakutan. dan beliau akhirnya bilang, “ya sudah, kasih seberapa aja dek.”

    Kakak itu kasih 5.000 (kalau tidak salah)😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s