Sepanjang Bandung-Yogyakarta

prambanan

prambanan

Kali ini ceritanya mungkin akan sedikit panjang, jadi lebih baik dibaca setelah berbuka puasa sambil meneguk segelas teh hangat dan menyantap singkong rebus:mrgreen:
—————–

Diawal tahun lalu, saya punya 13 resolusi. Salah satunya adalah: mengunjungi Bandung dan Yogyakarta. Bagi yang lain mungkin mengunjungi Bandung Jogja adalah hal yang biasa, tapi bagi saya si anak kampung Bandung Yogyakarta sudah jadi mimpi sejak lama, apalagi ketika tidak bisa kuliah disana. Pada awalnya saya tidak tahu cara seperti apa yang akan mengantarkan saya kesana, hanya yakin saja bahwa akan ada jalan. Dan ternyata jalan yang disediakan muncul setelah akad nikah🙂

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Bandung..
Gerimis tipis menyambut saat saya melewati tol Cipularang, dan dingin semakin membungkus. Seorang teman yang duduk disamping kiri semakin merapat. Konon kabarnya di rute ini banyak kecelakaan misterius. Semisterius nama yang akan menjadi jodoh kita. Dulu, orang yang duduk disamping saya ini tidak pernah terfikirkan sama sekali, bahkan mendengarkan namanya pun tidak, tapi sekarang nama kami justru tercatat dalam sebuah buku yang sama, inilah buku pertama yang kami buat berdua; buku nikah:mrgreen:

Kami memasuki Bandung dalam magrib yang basah. Saya hirup udaranya dalam-dalam, akhirnya saya sampai juga di kota ini. Inilah kota yang dibangun Belanda untuk tempat istirahat, sama sebagaimana mereka membangun Kota Bukittinggi di Sumatera Barat.

Alhamdulillah disini ada rumah saudara, kami menginap disana, di komplek Arcamanik tidak jauh dari LP Sukamiskin. Penjara yang dibangun sejak zaman kolonial Belanda. Disinilah para koruptor ditahan, sebagaimana nama LP nya, mungkin diharapkan para koruptor ini akan menyukai kemiskinan, sehingga tidak mau lagi untuk korupsi. Soal ini Mas Denny Indrayana yang lebih tahu. Di penjara ini jugalah dulunya Soekarno sempat di tahan Belanda dan membuat sebuah pledoi yang fenomenal: Indonesia Menggugat!

Karena terbatasnya waktu dan cuaca Bandung yang sering hujan, tidak banyak yang bisa dikunjungi selama 3 hari disini. Hanya ‘bermain-main’ di trans studio ditengah ratusan anak-anak yang sedang liburan, melintasi gedung sate, dan sedikit berbelanja di Pasar Baru: “Tanah Abang di Jakarta, Pasar Aur di Bukittinggi”.

Berbelanja di Pasar Baru Bandung serasa belanja di kampung sendiri. Disini sangat banyak pedagang minang (baca: dari Sumatera Barat), hanya cara menawarkannya saja yang berbeda. Kalau di Padang, para pedagang memanggil pengunjung dengan memanggil “aa bali ni, aa bali daa, masuaklah.. caliak lah dulu”. Di Bandung mereka memanggil “boleh.. boleh.. silahkan beli-beli lagi buk.. pak.. boleh-boleh.:mrgreen:

Setelah selesai berbelanja, kami membeli tiket kereta menuju Yogyakarta: Lodaya Pagi. 07.00.

Yogyakarta..
Kami sampai di Yogyakarta sekitar pukul 15.00, jangan ditanya apa saja obrolan kami sepanjang jalan, itu rahasia suami-istri yang lagi pacaran😀
Disini tidak ada saudara, jadi nginapnya terpaksa di penginapan yang murah meriah. Terimakasih untuk Mugi Kun yang telah mencarikan kami penginapan harga miring, di Wisma Hidayah, tidak jauh dari Mesjid Kauman dan Malioboro.

Disini lidah saya sungguh tidak bisa menemukan jodohnya, ada beberapa masakan Padang tetapi tidak ada taste Padang nya. Dan saya lebih memilih untuk makan nasi soto saja dengan beberapa sendok cabe. Lidah ini sudah sangat setia dengan “pedas”. Sejauh-jauh saya merantau, lidah ini akan pulang sendiri ke kampung, tempat dimana ia pertama mencicipi cabe😀

Kerennya disini tidak ada angkot, hanya ada becak, delman dan bus trans jogja yang hilir mudik. Empat hari kami dibawanya berkeliling malioboro, mengintip keraton, melintasi alun-alun dan memeriksa jejak-jejak sejarah di Candi Prambanan. Tentu saja atur waktu untuk menuju Magelang, menyaksikan salah satu keajaiban dunia: Borobudur.

Besoknya kami harus kembali ke Jakarta, mertua sudah menunggu🙂
Dan tinggallah cerita cinta disepanjang Bandung – Yogyakarta.

20 responses to “Sepanjang Bandung-Yogyakarta

  1. bulan madunya ngapain aja selain jalan-jalan dan makan-makan…? #eeeaaa… NGAK USAH JAWAB ha..ha..

    Selamat Menempuh Hidup Baru.. !! (klise bin kuno:mrgreen: ..)

    • karena sering bertemu hujan, bulannya ga kelihatan, dan madunya masih disarang lebah😀

      klo nasinyo, ndak do lai, sabana mambuek litak, apolai sadang puaso kini ko

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s