Pra Ramadhan

marhaban-ramadhan

Memasuki Ramadhan ini ada banyak tradisi yang dilakukan masyarakat. Sebagian dari tradisi itu pada dasarnya adalah perbuatan baik, tetapi jangan dijadikan sebagai sebuah keharusan, karena perkara itu bisa menjadi mengada-ngadakan sesuatu yang baru dalam beribadah.

Beberapa tradisi yang banyak dilakukan masyarakat (khususnya di sumatera barat) adalah:

1.Ziarah kubur
Beramai-ramai ke kubur, bawa air mawar dan bunga-bunga, berdo’a lalu pulang. Padahal tidak ada satupun perintah yang menyuruh untuk berziarah menjelang ramadhan. Ziarahnya tidak salah, yang salah adalah mengkhususkannya pada hari-hari sebelum ramadhan.

2.Saling meminta maaf
Banyak permintaan maaf yang datang via sms, fb, whatsapp dan media lainnya. Saya yakin si pengirim tulus atas pesan maaf yang ia sampaikan walau kadang mereka tidak ada salah. Sebenarnya meminta maaf tidak harus menjelang ramadhan, kapanpun setiap kali ada kesalahan haruslah meminta maaf. Adapun hadist yang sering digunakan sebagai landasan untuk meminta maaf menjelang ramadhan adalah keliru.

3.Balimau
Tempat-tempat pemandian umum menjadi penuh, kolam renang, mifan, water park, water boom, sungai-sungai, pantai, semua dipadati pengunjung yang ingin “mensucikan” diri dengan mandi-mandi disana. Bermain air berpasang-pasangan, aurat yang menyembul disana sini jauh dari kesan pensucian.

4.Memasak rendang atau kalio daging
Berjalanlah disudut-sudut rumah disini, dijamin perut akan langsung tergoda mencium aroma rendang atau kalio daging. Karena disini memasak daging adalah sebuah cara paling menggoda untuk menyambut ramadhan. Mungkin inilah cara memberitahu perut bahwa esok akan puasa maka silahkan makan dengan nikmat dihari ini.

Saya rencananya besok mau puasa ngikut pemerintah, tapi tidak ada ziarah kubur dan mengkhususkan meminta maaf, karena jauh-jauh hari sudah dilakukan. Dan tentu saja saya tidak “balimau” dan masak rendang, dari dulu juga sudah rutin mandi dan sesekali makan rendang. 🙂

——————————-
Nilai kebenaran itu tidak terletak pada sesuatu yang sering dilakukan oleh orang banyak. Semakin banyak yang melakukan bukan berarti nilai kebenarannya semakin kuat.

Iklan

4 responses to “Pra Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s