Wanita dan Masakan

nasi-minang-uni-emi

Diantara banyak hal yang bisa menjadi pembeda wanita adalah kemampuannya dalam memasak. Dalam hal menyapu dan membersihkan rumah mereka bisa saja sama, dalam hal melipat dan menyetrika baju tidak ada beda yang mencolok. Tapi kalau soal masakan setiap wanita akan punya cita rasa yang berbeda. Itu sebabnya walaupun saya tidak melihat siapa yang memasak di rumah, dengan mencicipinya saja saya bisa tahu mana masakan yang dibuat ibu dan mana masakan yang dibuat adik-adik.

Keahlian dalam memasak adalah pembeda yang unik, ia adalah salah satu magnet yang mendekatkan laki-laki dengan rumahnya. Meskipun ia menemukan banyak makanan yang terlihat enak diluar, ia tetap akan lebih menyukai masakan yang ada dirumah. Karena ia mengetahui siapa yang memasaknya, mengetahui akan kebersihannya, mengetahui dengan uang apa itu semua dibeli. Dan karena lidah ga bisa bohong..:mrgreen:

Lidahpun bisa membedakan mana masakan wanita dan mana masakan laki-laki. Pada dasarnya wanita itu memasak dengan perasaan sehingga ada “taste” yang istimewa dalam masakannya, namun ketika perasaannya sedang ada masalah maka bisa dipastikan masakannya juga akan sedikit bermasalah; keasinan, kelebihan cabe atau tanpa rasa. Sedangkan laki-laki memasak dengan logika, perhitungan yang matang untuk setiap takarannya, sehingga kemungkinan untuk asin dan salah masak itu sangat kecil sekali jika dibandingkan dengan masakan wanita. Inilah yang menyebabkan kenapa kebanyakan koki hebat itu adalah laki-laki. Namun meski laki-laki adalah koki yang hebat tetap ada “taste” yang kurang dari setiap masakannya. Dan meskipun laki-laki jarang melakukan kesalahan dalam memasak, saya tidak berminat sedikitpun untuk mempunyai istri seorang laki-laki:mrgreen:

Dan terakhir.. meskipun laki-laki (baca: suami) boleh berbohong untuk setiap masakan yang keasinan demi menyenangkan hati, bukan berarti wanita bisa membiarkan diri begitu saja tanpa berusaha belajar dan terus memperbaiki kualitas masakannya🙂

SUMBER IMAGE : DISINI

——————————————–
tulisan terakhir dari trilogi #wanita
sebenaranya tidak ada maksud untuk membuat tulisan lagi tentang “wanita” tapi karena banyak yang menduga-duga dan berprediksi melihat blog ini membuat beberapa postingan terakhir dengan judul “wanita” (walaupun sebenarnya itu hanyalah kebetulan) maka dibuatlah tulisan ini, agar yang sebenarnya kebetulan semata akan terlihat sebagai sesuatu yang sudah direncanakan:mrgreen:
——————————————–

46 responses to “Wanita dan Masakan

  1. he..he..sepertinya saya tidak sedang menduga tapi lebih tepatnya menyatakan bahwa rangtalu sudah bisa mencicipi hidangan mana yang dibuat oleh sang ibu dan yang dibuat sang ……..:mrgreen:

  2. Saya akhir-akhir ini kalau masak suka keasinan haha. Tapi memang bener sih, wanita kalau masak itu tergantung perasaannya. Kalau lagi senang, makanannya enak. Kalau lagi bermasalah, masakannya jadi aneh.

    Dan suami seharusnya jeli, bahwa melalui masakan sang istri, suami bisa tahu bagaimana perasaan si istri hari itu. Suami jangan tahunya makan saja haha.

    Untuk para suami : makan, perhatikan, tanyakan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s