Tali Darah Artis dan Politikus

silhouette

Mungkin (sekali lagi: mungkin) dinegeri inilah profesi artis dan politikus menjadi begitu dekat seperti saudara kandung. Kekerabatannya sangat erat, karena diikat dalam tali darah yang sama. Tali darah itu bernama : uang dan popularitas.

Lumbung-lumbung uang ketika menjadi artis sangat banyak apalagi jika sedang popular-populernya. Bayaran ratusan juta dalam sejam penampilan adalah hal yang biasa, ini sungguh sangat menggoda, merontokkan iman di dada. Kenanglah chaiya chaiya yang rela keluar dari kepolisian demi mengejar mimpi banyak uang ketika menjadi seorang artis, tapi entah dimana ia sekarang. Lumbung uang sebanyak para selebriti juga bisa dimiliki oleh politikus apalagi ketika bisa menduduki jabatan stategis dalam pemerintahan atau lembaga tertentu, dan sedikit nekat untuk berkorupsi dan memerah para β€œsapi”.

Kedua profesi ini dikelilingi oleh uang dan popularitas yang hampir sama. Kekerabatannya sangat dekat sehingga tidak sedikit ditemukan artis yang menjadi politikus atau politikus yang mendadak menjadi artis. Artis menikahi politikus atau politikus menikahi artis. Artis punya skandal dengan politikus atau politikus punya skandal dengan artis. Keduanya penuh dengan skenario, sensasi dan hal-hal tabu.

Di negeri ini setiap warga negara Β termasuk artis berhak untuk dipilih dalam Pemilu baik Pilkada ataupun Pileg, maka tidak salah jika kemudian banyak artis yang maju dalam Pilkada. Menariknya sebagian besar mereka pada umumnya mereka menjadi calon wakil kepala daerah, karena memang disinilah letak strateginya bahwa keterlibatan mereka bukan karena kompetensi kepemimpinan tapi tak lebih hanya sekedar umpan untuk menarik suara, dan pada akhirnya mereka dikendalikan atau terlempar.

Hanya beberapa artis saja yang berani maju sebagai kepala daerah dan bukan sebagai wakil, bahkan ada yang secara tegas menyatakan akan maju sebagai Presiden 2014. Sekali lagi ini tidak salah, artis juga manusia dan mereka sungguh berhak untuk itu.

Tapi jika tidak memiliki kemampuan dan kapasitas sebagai pemimpin, rasanya ini tidak patut, mau dibawa kemana kami nantinya.. terlalu..

Selamat berjuang bagi para artis yang ingin menjadi pemimpin, satu pesan saya : jangan berakting, karena kami sudah tahu akhir cerita dari setiap sinetron Indonesia.

Iklan

29 responses to “Tali Darah Artis dan Politikus

  1. karena mereka memiliki hak untuk menjadi calon pemimpin, maka sekarang tergantung kepada diri kita masing-masing…
    kalau memang tidak patut, tak usah dipilih…..

    ps. gravatarnya masih belum ada……

      • whahaa…ngimpiii itu maaah…tpi gak ada yg gak mungkin di dunia ini. sebenarnya banyak juga kok artis yg pintar dan cerdas. hanya saja jarang yg mau terjun langsung ke dunia politik. tapi pd kenyataanya yg terjun ke dunia politik sekarang ini masih sebatas figure saja. belum terlihat jelas kinerja mereka di jajaran pemerintahan.

      • he, iya..
        klo yg kualitasnya bagus, akhlaknya bagus, berkarakter pemimpin, hafal alqur’an..
        saya pilih deh..
        mungkin para artis KCB bisa mencoba untuk maju :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s