Mentawai Bumi Sikerei

Akhirnya saya menginjakkan kaki juga di Bumi Sikerei : Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang dipisahkan oleh jarak sejauh 125 mil laut dari kota Padang, Sumatera Barat. Perlu waktu sekitar 10-12 jam perjalanan laut untuk mencapai tepian Mentawai, dengan melintasi Samudera Hindia yang luas, ombak yang tinggi dan kadang berteman badai.

Kabupaten Kepulauan Mentawai memanjang dibagian paling barat pulau Sumatera, dikelilingi oleh Samudera Hindia, merupakan bagian dari serangkaian pulau non-vulkanik dan gugus kepulauan itu merupakan puncak-puncak dari suatu punggung pegunungan bawah laut.

Ada puluhan pulau disana, tapi pulau yang besar cuma 4, yaitu Pulau Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan. Pulau yang paling besar adalah Pulau Siberut dengan luas 4.480 km2. Dulu pulau-pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Padang Pariaman tapi sejak era otonomi daerah pulau-pulau ini menjadi kabupaten tersendiri yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan ibukota berkedudukan di Tuapejat, disebelah utara Pulau Sipora.

Transportasi yang paling populer digunakan menuju Mentawai adalah Kapal Ferry (KM Ambu-Ambu). Saya dan rombongan berangkat meninggalkan Bungus minggu malam, walaupun sebenarnya sudah sejak siang berada di dalam kapalnya, apalagi kalau bukan untuk mencari posisi duduk dan tempat tidur yang nyaman. Perjalanan ke tuapejat, ibu kota Mentawai selalu ramai, apalagi kalau sudah di akhir tahun anggaran seperti ini, banyak dinas dan instansi dari Kota Padang melakukan kegiatan di Mentawai. Jadilah keberangkatan kali ini begitu padat.

Ternyata strategi untuk mencari tempat tidur yang nyaman ini berantakan, gagal total. Bagaimana tidak, tempat tidur yang kami pilih ternyata adalah milik aparat bersenjata, katanya sudah 2 tahun mereka selalu berada di tempat itu dan tidak ada yang berani mengambil tempat itu, hingga hari ini saat kami tiduran disana sambil makan gorengan πŸ˜€ Karena kami adalah rakyat kecil, sarok-sarok kuaci ya akhirnya harus menyingkir, parahnya tempat yang lain sudah penuh. Dua orang teman terpaksa pindah tidur ke geladak tanpa atap berteman gerimis, daripada kehujanan saya lebih memilih di atas kursi walau tulang punggung harus beradu dengan sisi kursi yang keras, sementara kepala rombongan tidur di lantai. Kalau nanti ada yang naik kapal Ambu-Ambu, ingat tempat tidur sebelah kiri no. 22-25 itu punya Polres, yang sebelah kanan punyanya Kodim, ga usah melirik tempat itu deh, cari tempat lain saja πŸ˜€

Senin subuh kami sampai di perairan Mentawai dan merapat di dermaga tuapejat, Pulau Sipora. Kami memilih turun paling akhir agar tidak saling berebutan dengan ayam-ayam potong yang juga menjadi penumpang kapal, mereka jauh-jauh datang dari Padang hanya untuk dipotong πŸ™‚ Karena jadwal untuk melakukan kegiatan masih lama maka kami memilih beristirahat sejenak di salah satu penginapan yang ada di sekitar dermaga : penginapan Getsemani.

Hari ini lengkap sudah saya mengunjungi 19 Kabupaten dan kota di Sumatera Barat, target poin ini akhirnya selesai.

——————–
foto kepulauan mentawai diambil dari SINI

Iklan

52 responses to “Mentawai Bumi Sikerei

  1. rame banget. kalau mau ke mentawai apa sebaiknya harus bawa mantel hujan yah bang? buat jaga-jaga kalau nanti sial terpaksa digeladak hehehe

    target kita sama bang. mengunjungi semua kabupaten kota di sumatera barat. sumbar aja belum khatam nih πŸ˜€

    • πŸ™‚ sebaiknya begitu buat jaga2, satu lagi, bawa matras juga ga masalah, byk penumpang yg bwa matras sendiri, jdi bisa tidur dimana saja πŸ™‚

      mantaabb.. ayo segera di khatamkan, sebelum jumlah kabupaten/kota bertambah lagi krn ada pemekaran :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s