Keledai


Keledai. Berjalan di malam yang gelap, takkan tersesat menuju rumah pemiliknya. Bila dia telah menempuh satu jalan, maka dia tidak akan tersesat dari jalan itu walaupun sendirian tak ada penunjuk jalan. Walaupun dianggap sebagai simbol “ketololan’, tapi dia bisa membedakan antara suara yang menyuruh berjalan dan suara yang menyuruh berhenti.

Wahai yang tersesat jalan menuju sorga setelah lama menempuhnya…
Wahai yang tak mampu membedakan suara penyeru ke sorga dan suara penyeru ke neraka…
Kita takkan sampai ke derjat keledai jika kita tak mau mengerti dan tak mau berusaha menempuh jalan kebenaran…

taujih : Ust. Irsyad Syafar
sumber image DISINI

21 responses to “Keledai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s