Buaya


Bila telah kenyang memakan mangsa yang menjadi rezki dan haknya, buaya pasti berenang mengapung di permukaan air. Mulutnya menganga terbuka. Datanglah burung-burung hinggap di gigi dan taring-taring buaya yang tajam. Dengan paruhnya, si burung membersihkan sisa-sisa makanan di gigi dan taring buaya. Sehingga bersih dan tidak menyebabkan kuman dan bakteri. Sang buaya pun tak pernah melarang burung tersebut bekerja, apalagi memangsanya.

Kita manusia (muslim), bila tidak mampu memperbaiki, minimal menerima untuk diperbaiki. Bila tak mampu mengajak yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar, minimal menerima yang ma’ruf dan berhenti dari yang mungkar. Jika tak mampu menjadi khatib, penceramah dan guru kebaikan, minimal menjadi jamaah, pendengar dan murid kebaikan. Dan jangan pernah menjadi penghalang dan penghadang kebaikan.

*) Ust. Irsyad Syafar

—————–
sumber image : disini

Iklan

43 responses to “Buaya

  1. Ada gak ya mas, ketika si burung lagi mbersihkan giginya buaya, trus kebetulan buayanya lagi laper, jadi deh si buruh menjadi santapan lezat buaya…. =D . Salam dari Sulteng mas, semoga sukses selalu…

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Adrian….

    Pesan yang sangat baik dan mengesankan saat saya membaca penuh perhatian.
    Ternyata tabiat buaya bisa diinterpretasi dengan begitu hebat sekali dalam kehidupan manusia. Allah mencipta sesuatu tidak dengan sia-sia hatta kepada kejadian nyamuk, lalat, semut dan sebagainya agar manusia mengambil iktibar dan ibrah dari setiap kehidupan mereka.

    Salam kenal dan semoga dilimpahi Allah dengan ilmu yang bermanfaat untuk dikongsikan. πŸ˜€

  3. Dan belum ada sejarahnya sang buaya yang sedang berjemur dengan mulut terbuka, menelan si burung yang baik hati. Itu semacam hubungan yang saling menguntungkan, istilahnya simbiosis mutualisme (benar nggak ya istilahnya *garukgarukkepala)

    Si buaya beruntung karena giginya bersih dari sisa daging yang bisa menyebabkan kebusukan gigi, hehe. Si burung kenyang karena memakan sisa daging di sela-sela gigi buaya. Subhanallah, sungguh Allah Maha Adil πŸ™‚

    Yang paragraf terakhir dari postingannya, nyentuh banget. Hmm, ya. Mari menjadi murid kebaikan. Semangat! πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s