Trilogi Lebaran

Hari pertama kerja hanya untuk mengisi daftar hadir, menyelamatkan diri dari ancaman negara dan bermaaf-maafan dengan teman-teman sekantor. Belum ada tugas yang harus dikerjakan, bukan malas, bukan juga karena tidak mau berinisiatif sebagaimana burung hud-hud, tapi begitulah sulit juga menjelaskannya. sepertinya ini alasan demi kepentingan negara :mrgreen: negara yang mana? entahlah.. tidak usah difikirkan.
Maka dari pada banyak bengong, baiknya saya kumpulkan saja beberapa remah-remah catatan lebaran tahun ini..
baiklah kita mulai mengumpulkannya.. upss tunggu ada sms masuk, saya balas dulu, mana tahu ada info tambahan THR :mrgreen:

1. Rimba Kejahatan


ini kali pertamanya ‘mudik’ saat malam lebaran, berangkat pukul 5 sore dari Padang menuju Talu dengan sepeda motor kecepatan standar. Perjalanan dari Padang cukup lancar dan tidak terlalu banyak kendaraan yang memadati jalan. Tapi sekitar pukul 9 malam masalah mulai muncul : ban motor tiba-tiba bocor, padahal sore tadi sudah di cek di Padang. Sebenarnya hal ini tidak terlalu masalah jika berada di jalanan yang ramai, tapi tidak, ini menjelang tengah malam tepat di tengah hutan, benar-benar sepi, kiri kanan gelap, tidak ada lampu, tidak ada rumah penduduk apalagi bengkel, hanya hitam pekat.. sementara perjalanan ke kampung lebih kurang 2 jam lagi. Tidak ada pilihan lain, selain melewati kawasan hutan ini dengan tetap mengendarai motor bocor dibawah gerimis dan udara dingin.
Orang menyebut daerah ini dengan sebutan Rimba Kejahatan, konon dulu banyak hal aneh terjadi disini. mulai dari pembunuhan sampai penampakan..

2. Rute Kuliner

Di kampung ada tradisi dimana sehabis sholat ied kami sekeluarga besar akan berjalan keliling kampung mengunjungi rumah saudara-saudara yang lain, rute tetap yang biasa dilewati : Mesjid Baiturrahim (start) -> rumah tek inju -> rumah mak dinil -> rumah nenek timah -> rumah tek inyo -> rumah uniang tina -> rumah mak puji -> rumah ni-e maran -> rumah acik ida -> rumah nenek inur (finish). Tiap rumah selalu punya menu berbeda : lontong sayur, mie tekwan, mie ayam, sate ayam dan lontong pecal.
Tapi tahun ini sedikit beda, tidak ada lagi nenek inur, beliau telah meninggal dunia tahun lalu. Beliau adalah pedagang sate itu sebabnya dahulu setiap kali lebaran di rumahnya selalu tersedia sate dan orang-orangpun akan berkejaran datang kesana untuk makan sate, mumpung gratis.
Dan ini pun menjadi lebaran pertama tanpa ayah..

3. Bunga kantong plastik


Masih ingat dengan Cerita Ramadhan #5 tentang Bunga Plastik? atau lebih tepatnya bunga kantong plastik. Sepertinya ibu-ibu di Sumatera Barat tengah tergila-gila dengan bunga yang satu ini, termasuk di Talu. Maka kalau kawan-kawan berkunjung dan lebaran di Talu pastilah disetiap rumah akan selalu menemui 2 hal: pertama kue lebaran dan yang kedua adalah.. yup.. tepat sekali.. Bunga Kantong Plastik.. Entah kenapa, mungkin ini adalah salah satu syarat sah lebaran versi 2012 :mrgreen:

Iklan

23 responses to “Trilogi Lebaran

  1. 1. syukurlah kalu tidak terjadi apa apa dan selamat sampai tujuan gan..
    2. kerumah saya ngak gan…hehe? (becanda)
    3. waduh saya gak punya bunga kantong plastik, jangan2 lebaran saya tidak sah haha…

  2. 1. Mobil sempat hampir ngadat di jalanan sepi.. untungnya cuma hampir..
    2. Banyak makanan, tapi tentunya demi diet dari jaman LPJ dulu, makannya mesti dikontrol.. hehe
    3. Tepat sekali.. lebih hebatnya adek sepupu cntia bikin bunga kantong plastiknya sendiri dan dijadikan usaha.. hohoho

  3. Lebaran yang menyenangkan, sepertinya tanpa ada bumbu-bumbu macet yang berarti di perjalanan … kalau di sini, untuk ketemu orang tua harus 2 hari 2 malam perjalanan yang normalnya di tempuh dengan 8 jam … hiks….

      • Amiinn… semoga suatu saat situ juga berbagi macet … wakakaka…. nggak ding … semoga nggak ngrasakan apa itu pulang kampung nginep di jalan ha ha

  4. fiuh..ngeri juga kejadian di rimba kejahatannya. syukurnya akhirnya selamat sampai tujuan. tpi gpp, anggap saja semacam latihan, mukhoyam gitu…haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s