Ini Hari Terakhir

cerita ramadhan #16 hari terakhir

Nilai diri kita tidak ditentukan oleh lamanya usia kita tetapi dari sejauhmana kita memberikan kemanfaatan kepada yang lain. Disanalah letak nilai hidup, pada seberapa banyak orang yang terbantu oleh kehadiran kita, pada seberapa banyak kebaikan yang kita tebar di alam, pada seberapa banyak beban umat ini mampu kita ringankan.

Masalahnya usia ini belumlah lama dan nilai kemanfaatannya juga sedikit, sementara pesan kematian begitu sering muncul. Saya tidak takutkan momen kematian itu karena mau bagaimanapun ia tetap akan dilalui. Saya justru rindu dengan kematian terbaik yang menggetarkan dalam jalan ini, hanya saja saya gamang karena masih sangat sedikit bekal yang akan dibawa pulang. Betapa akan malunya saya nanti jika pulang kepada Allah tanpa prestasi yang berarti, tanpa catatan amal yang bisa saya banggakan kepada Allah

Kawan..
Hari ini bisa saja jadi menjadi hari terakhir. Hari terakhir untuk menulis di blog ini, hari terakhir untuk menyapamu, hari terakhir untuk melempar senyum dan mendengar suaramu berceloteh kesana kemari. Dan sungguh saya sering kali rindu bila mengenang saat-saat kita bersama, sering kali rindu dengan rancangan mimpi-mimpi kita, bila nanti saya tidak disini lagi lanjutkanlah mimpi-mimpi itu. Semuanya bisa saja berakhir dan padam, tetapi tidak mimpi-mimpi itu, ia harus selalu ada, tetap harus hidup.

Dibawah kematian yang begitu dekat.. saya mohon maaf jika saya pernah menyakiti dan tidak memenuhi hak mu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

#subuh tadi terasa beda, entahlah..

Iklan

18 responses to “Ini Hari Terakhir

  1. ‘di bawah kematian yang begitu dekat..’
    tapi kadang kedekatan itu tidak terlihat, tertindih oleh nikmat sesaat, dan terkadang sesat..

    kehidupan ini benar2 menuntut kita untuk menjadi cerdas ya,, agar ujung hidup kita tidak menjadi pintu kesengsaraan abadi…

      • mas, apa maksudnya dengan hidup yang tidak lebih dari 1.5 jam?
        apakah terkait dengan =>
        “pada hari ketika mereka melihat hari kiamat itu, mereka merasa seakan-akan hanya tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari”

      • ya kira-kira begitu.. durasi waktu “pagi” dan “sore” biasanya sekitar 1,5 sampai 2 jam 🙂 selain itu disebut.. subuh, atau pagi menjelang siang 🙂
        begini mbak..
        dalam salah satu ayat Al Qur’an (QS 32: 5) diceritakan bahwa perbandingan waktu di akhirat dengan waktu di dunia adalah 1 hari di akhirat sama dengan 1000 tahun dunia ( …dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.. )–> 1 : (1.000 x 365) = 1 : 365.000.

        mari kita bermatematika
        // nilai usia manusia di zaman ini hidup sampai umur 60-an tahun, atau kita ambil contoh dari Rasulullah Saw yang hidup sampai usia 63 tahun.
        // 63 tahun hidup kita di dunia jika kita konversikan ke waktu akhirat maka bernilai:

        = 63 tahun dunia x 1 hari akhirat/ 1.000 tahun dunia
        = 0,063 hari akhirat

        = 0,063 hari x 24 jam/hari
        ± 1,5 jam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s