Tipisnya Kepekaan


Selamat datang di Indonesia !! mari kita melihat tingkah dan kegiatan para tokoh pemerintahan maupun tokoh partai politik dalam hari-hari terakhir. Mereka begitu sibuk mengatasi persoalan yang muncul setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) batal diberlakukan mulai 1 April 2012. Banyak sekali pertemuan dan rapat yang digelar setelah pembatalan tersebut berlangsung.

Sayangnya, hiruk-pikuk kegiatan itu lebih banyak ditujukan pada menata ulang porsi kekuasaan. Wacana yang kemudian mengemuka setelah terjadi pembatalan adalah soal nasib koalisi dalam pemerintahan. Seolah, koalisi itu adalah milik rakyat dan syarat mutlak yang harus diperjuangan mati-matian supaya rakyat sejahtera.

Isu pemecatan salah satu partai dari koalisi jauh lebih menyita perhatian para petinggi pemerintahan maupun petinggi partai politik ketimbang persoalan harga sembako di lapangan yang tidak serta-merta turun begitu pembatalan terjadi. Benarkah nasib koalisi ini jauh lebih penting dari segalanya? Mari ingat kembali fungsi pemerintahan yang harusnya diarahkan untuk kepentingan masyarakat umum, bukan kepentingan kelompok tertentu, atau lebih spesifik lagi kelompok politik tertentu.

Pemandangan keriuhan belakangan ini memberi gambaran bahwa isu harga BBM benar-benar tidak lagi hanya sebatas persoalan ekonomi, tapi sudah masuk ranah politik. Di sini terlihat betapa tarikmenarik kekuasaan jauh lebih dominan dalam penentuan harga BBM dibanding isu ketersediaan energi atau dasar alokasi anggaran bagi publik. Kondisi seperti ini memberi kesan bahwa kepentingan umum masih ditaruh dalam urutan kesekian setelah pembagian kekuasaan.

Sebenarnya, kepekaan para elite pemerintahan maupun partai politik sedang sangat diperlukan. Saat pembatalan harga BBM belum bisa menghapus sepenuhnya aksi para spekulan, pemerintah semestinya langsung fokus mengatasi masalah ini. Begitu petani masih terbebani kenaikan harga komponen pendukung pertanian meski harga BBM batal naik, pemerintah seharusnya langsung turun tangan. Ketika banjir, angin kencang, dan cuaca ekstrem menghantui sebagian masyarakat, tidak elok bagi para elite untuk terus sibuk berbagi kue kekuasaan.

Saatnya kini para elite kembali meluruskan niat untuk memberikan yang terbaik dalam mengatasi persoalan rakyat. Mengingat kembali janji-janji manis saat dulu kampanye. Hampir bisa dipastikan frasa ‘memperjuangkan kepentingan rakyat’ masuk dalam janji kampanye dulu. Janji tersebut sedang membutuhkan pembuktian, hingga detik ini.

Jangan terus menghabiskan waktu untuk memperjuangan kepentingan pribadi atau kelompok, saat kepentingan rakyat luas sedang perlu diperhatikan. Letakkan kembali kepekaan yang tinggi untuk tidak supersibuk menghabiskan waktu untuk persoalan yang sebenarnya sektoral, dan melupakan persoalan-persoalan yang jauh lebih substansial.

Kepekaan yang tinggi harus ditempatkan kembali secara benar. Jangan hanya peka saat kepentingan pribadi atau kelompoknya terusik, tapi abai begitu posisinya aman meski masyarakat secara luas sedang menghadapi masalah. Bukanlah seperti ini cermin kepemimpinan yang sejati.[]

Iklan

19 responses to “Tipisnya Kepekaan

  1. Ping-balik: SBY, Antara Kepentingan Kelompok dan Kepentingan Rakyat | Ruang Kata Doni As Siraj·

  2. Bahasa Nisa keren juga…

    Negara = Korporasi Raksasa. Disana ada banyak kepala dengan banyak kepentingan. Semuanya merasa sedang memperjuangkan aspirasi masyarakat yang dibawanya. Hal terberatnya adalah ketika menentukan kebijakan-kebijakan dimana kebijakan itu tak semuanya mampu memuaskan semua pihak. Mungkin karena kebijakan itu tidak semuanya ditelaah dengan nilai-nilai agama yang melekat pada diri sang negarawan. Sebuah ironi, 90 % negarawan itu mungkin beragama Islam, dan sepertinya Islam sebagai agama solusi hanya menjadi sebuah wisata ruhani bagi sang negarawan.
    *maaf kalau banyak meracau dan ga nyambung, he he salam kenal

  3. Kadang timbul, kadang tenggelam, kadang timbul tenggelam. Dan itu sudah berlangsung puluhan tahun. Siapa yg bermain lihat anak perusahaannya yang di singapura petral

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s