Ustadz dan Jam Rolex 70 Juta

Mereka, para qiyadah kita adalah manusia juga sama seperti kita, padanya tertumpang salah dan lupa, dan saya tidak mau membuat kesimpulan apakah ia salah dalam konteks ini atau tidak. saya juga tidak bermaksud untuk sok membela. apa salahnya dengan jam itu? karena mahal. apa tidak boleh seorang ustadz punya jam mahal? apa tidak boleh seorang pemimpin memiliki itu? bagi kita jam itu mungkin sangat mahal, baginya mungkin tidak, dan saya insyaAllah percaya uang yang ia dapatkan untuk membelinya bukanlah uang haram hasil korupsi.

Kalau belanjanya besar berarti tidak memikirkan nasib rakyat kecil yang tidak makan? belanja konsumsinya memang besar (menurut kita) tapi bisa jadi infaqnya lebih besar, hanya saja kita tidak pernah tahu karena ia merasa tidak perlu memberi tahu kita tentang itu. kalaupun ada media yang tahu, pastilah media ini juga tidak mau menceritakannya, karena hal itu tidak “menjual”, beda dengan berita ketika ustadz punya jam mewah.

Kita terlalu sibuk mencari salah, sibuk mencari aib orang lain, sibuk menjelekkan.. sedikit saja salah sudah dijadikan alasan untuk menghancurkan..
Ketsiqohan kita mestinya tak tergadai karena sensasi rolex 70 juta.. banyak di senayan yang punya lebih mahal darinya, si raja minyak misalnya, tapi kita picingkan mata kesana..

Dan saya yakin ustadz sama sekali tidaklah menggadaikan iman demi harta dan kekayaan seperti ceracau kita, perjuangannya jauh lebih besar daripada para pengkritik diluar sana, kalaupun ia melakukan salah, salah itu untuk dirinya sendiri, sedangkan kebaikannya telah mengispirasi banyak orang untuk berbuat baik..
Dan jika saya ditanya siapa penulis yang berpengaruh dalam hidup saya, dialah orangnya. parahnya kita begitu saja percaya dengan provokasi media.. lalu ramai-ramai menghujat ustadz, ingatlah ada etika untuk menasehati, kalau merasa ia salah sampaikan langsung.. jangan menasehati di depan publik karena nasehat di depan khalayak ramai sesungguhnya adalah hujatan..

” Kasihinilah dirimu sendiri, yang hidup bergelimang prasangka dan dusta. kasihinilah dirimu sendiri, yang lebih memilih menyendiri diterkam srigala dibanding teguh dalam jamaah penuh berkah. kasihinlah dirimu sendiri yang tiada henti sibuk mengorek orang lain, tapi melupakan aib diri sendiri “

28 responses to “Ustadz dan Jam Rolex 70 Juta

  1. “yg namanya ustadz gak boleh punya barang bagus.
    gak boleh punya mobil bagus, motor butut aja.
    gak boleh punya rumah bagus, gubuk aja.
    gak boleh punya hape bagus,3310 aja.
    …”

    jujurlah kawan,ini murni kritikan atau kedengkian.

    • antahlah ustadz… tapi bantuaknyo itu bukan kritikan..
      kalau kritikan tantu yang lain juga dikritik, tapi nan kanai ustadz ko sorang se nyoh.. dek karano jam tangannyo rolex

  2. tapi sayang aja sih kalo punya jam harganya semahal itu..
    # ngebayangin akan beli banyak buku ato mungkin mendirikan toko buku daripada membeli sebuah jam😀😀

    btw, knape rumahnya direnovasi, Da?

  3. karena mereka selalu sibuk mencari salah dan karena kita insyaAllah selalu tsiqoh dengan para qiyadah.

    semoga ustadz kelak di’amanahi menjadi presiden hingga si bapak berubah pikiran untuk menjadi direktur😀

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb…

    Allah menggalak hamba-nya mencari kekayaan untuk memudahkan dia beriamal ibadah dan bersedekah dengan rezekinya. Sesiapa sahaja berhak memiliki apa yang dimahunya asalkan halal dan tidak menyusah orang lain. itukan semua rezeki Allah. Jika tidak mampu, baik berdiam dan bersyukur dengan apa yang ada.

    Iya… mungkin dengki dan hasad selalu menyinggahi orang yang berpenyakit untuk mencari kesalahan orang lain biar terus rebah, malah mati.

    Salam ukhuwwah.

    • wa’alaikumussalam..
      iya, Allah menyuruh (bhs indonesia) hambanya untuk mencari rezeki yang halal..
      yang berpenyakit tak pernah mau senang melihat kebahagiaan orang lain..

      #salam ukhuwah

  5. Ranchodas Syamaldas Chanchad dlm film “three idiot”:
    “Hah? jam mu seharga 150 ribu rupeee? punyaku hanya 400, dan menunjukkan waktu yang sama.”
    :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s