Ayah Kami Tercinta


Mungkin selepas dzuhur nanti ayah pulang ke rumah
Membawa letih yang menumpuk di pundak ringkih
Dan tubuh yang bermandi keringat
Tapi ternyata tidak, tak ada siapa-siapa,

Kutunggu ia di sore yang basah,
siapa tahu ia pulang membawa buah,
atau apapun yang sering kami makan bersama
ternyata juga tidak, tidak ada siapapun yang datang

Mungkin ia akan pulang saat hujan turun mengantar senja,
penuh lelah tapi senyum tak lepas di wajah
Lalu duduk bercengkrama bersama,
pun, belum ada tanda-tanda

Hujan kian deras, malam kian pekat,
Hingga subuh kembali menyapa
Ku intip kamar dimana ia biasa berbaring,
Hanya kosong, tak ada bayang,

Jasadnya tak di sini lagi
Ia tlah pergi, dan tidak akan pernah mengetuk pintu rumah ini lagi

Tak ada pesan apalagi ucapan slamat tinggal
Hanya tatapan mata teduh yang seolah berkata
”ayah mau pergi, tolong jaga ibu ya”

Tanpa sepatah kata
Apakah begitu perih kata-kata perpisahan itu untuk kami berdua?
Atau memang tak layak untuk kita ucapkan?
Mungkin senyum terakhir di wajah damai itu adalah jawabnya

Bagi ku, ia memang tak pernah pamit,
Sebab ia tak benar-benar pergi meninggalkanku,
Tak benar-benar pergi meninggalkan keluarga ini.
Ia masih bersama kami dalam aliran rindu dan doa
Semangatnya masih disini,
Cinta nya masih ada di hati-hati kami
mengajariku menjaring mimpi
Mengeja langkah meraih cita,
Agar kutemukan jalan indah bersamanya kelak

Rabb, pertemukan kami dalam syurga-Mu…
Kutitipkan kehidupannya pada-Mu
Yang Maha Pecinta
Cintailah ia seperti cinta yang tlah diungkapkannya dalam seluruh perjuangan hidupnya untuk kami….

Ayah, kami teramat mencintaimu

——————————————–
syukron jazakumullah untuk seluruh sahabat dan rekan yang hadir saat pemakaman ayah.
serta yang telah mengirimkan do’a untuk nya..
——————————————–

49 responses to “Ayah Kami Tercinta

  1. do’a anak yang sholeh dan sholehah itulah yang dibutuhkannya..
    banggakan beliau dihadapanNya kelak itulah inginnya..
    berkumpul kembali diJannahNya itulah harapannya..

    saya turut berbela sungkawa
    semoga jika saat itu tiba pada saya, saya pun bisa ikhlash menerimanya

  2. Hikzzz……
    Jujur, mataku turut basah membaca sajak ini….
    3 amal yg tak putus ketika orang telah tiada, salah satunya adalah do’a anak yg shalih(ah). Smoga kita semua termasuk dalam golongan orang yg shalih(ah) sehingga ALLAH senantiasa menjadikan do’a kita kepada orang tua kita adalah do’a yg ijabah, maqbul.
    Aamiin Yaa Rabb…. -.-

    Bagaimanapun…
    Seberat apapun…
    smua harus kita lewati…
    Dan kita termasuk bagian orang2 yg menunggu giliran utk berpulang…

    Smoga ALLAH senantiasa memberikan tempat terbaik utk orang tua kita semua di sisiNYA…
    Aamiin….

    (Smoga kelak aq juga bs ketemu ma ibuku😦, meski sampai skrg pun aq lupa ma wajah ibuku sendiri…)

    Saling mendo’akan yo Da…. ^^

  3. innalillahi wa inna ilaihi rajiuun,

    Turut berduka cita…

    Hati saya ngilu membaca sajaknya…

    Hanya do’a (anak yang saleh) sebagai bingkisan kado istimewa buat orang tua (ayah dan ibu)…
    Semoga Kita termasuk anak yang saleh dan saleha… amin YaRabb

  4. innalillahi wa inna ilaihi roji’un…

    “Allahummagfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu anhu,
    Allahumma la takhrimna ajrohu wa la taftinna ba’dahu waghfirlana walahu birohmatika Ya Arhamarrahimiin”

    ana ikut belasungkawa ya akh atas wafatnya ayah, semoga Allah ampunkan dosa2 beliau, dijadikan amal kebaikan beliau selama di dunia sbg pemberat timbangan di Yaumil Akhir kelak, Allah lapangkan kubur beliau dan kelak beliau pertemukan kembali dg antum dan keluarga di JannahNYAa, amin Ya Rabb…

    Baru saja membaca berita ini, meski tiada pernah bersua dg beliau tp ana yakin beliau adalah ayah dan suami yg hebat utk keluarganya. Salam ta’zhim utk keluarga ya, semoga Allah berikan ketabahan utk ibu,antum dan keluarga.
    Semoga lafadz do’a utk beliau selalu dilantunkan dr putra/i nya yang sholeh/ah.

  5. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un..

    Semoga Allah ta’ala menerima segala bentuk amal kebaikan..diberi pahala berlimpah atasnya..mendapatkan rahmat-Nya untuk memasuki surga-Nya.. menghapus segala dosa dan kesalahannya..

    Bersabarlah wahai saudaraku.. Insya Allah ada berjuta hikmah dari kepergiannya..
    Semoga ALlah ta’ala memberikan yang terbaik untuk keluargamu wahai saudaraku..

    amin..

  6. memang semua itu hanya titipan dan kapan pun di ambil kita harus ikhlas. kita dititipkan ke orang tua, orang tua dititipkan ke kita. tapi klo cinta maka akan selalu di hati.

  7. Saya turut merasakan apa yang mas rasakan,,karena baru-baru ini saya pun kehilangan orang yang saya cintai dan saya banggakan.Memang inilah jalan hidup manusia hanya bisa merencakan tapi Yang di Atas yang menetukan semua yang kita rencanakan.Semangat ya mas🙂

    http://www.disave.blogspot.com

  8. innalillahi wa inna ilaihi roji’un..
    allahumaghfirlahu warhamhu wa’fuanhu

    turut berduka mas..
    sudah lama sekali tak mampir lagi ke sini, mungkin karena kehilangan alamat,,, alhamdulillah bisa nemu lagi.. hehe…
    semangat mas..😀

  9. innalillahi wa inna ilaihi raji’un..
    turut berduka cita da rangtalu.
    mulai mmbaca puisinya, rasanya ada yg beda, emosinya natural dan sangat asli. ternyata, iya.
    barakallah, smg beliau selalu dalam keridhoan Allah y da.
    ganbatte. akiramenai de.🙂

  10. innalillahi wa inna ilaihi raji’un..
    allohummaghfirlahuu wa’afiihi wa’fu’anhu.
    turut berduka cita abang rangtalu

    Barakallah udah..

    Semoga Allah SWT senantiasa melapangkan , memudahkan, mencerahkan Jalan ayahanda RangTalu disisi-NYa…Amin

    Firmansyah Shidiq Wardhana
    Sidoarjo,Indonesia

  11. assalamuailakum wr.wb
    pak pertama-tama ana turut berduka atas musibah sekaligus ujian yang bapak terima, smoga dengan kejadian ini bapak dan keluarga menjadi orang yang lebih mulia dihadapan Allah. yang kedua ana mohon kesediaan bapak untuk mengizinkan ana menerbitkan puisi Ayah ini ke dalam buletin kami. Insya Allah ana ataupun kru buletin lainnya tidak mendapatkan benefit apapun dari buliten ini, ia hanya buliten penambah wawasan bagi masyarakat yang kami bagikan gratis,melihat minat baca masyarakat akhir-akhir ini menurun. dan penulis asli juga akan dicantumkan dengan jelas. pertimbangan pemilihan puisi ayah ini adalah akhir-akhir ini ada beberapa orang rekan-rekan kami yang juga kehilangan saudara terdekatnya khususnya ayah. ana berharap bapak mengizinkannya, tapi bila tidak ana tidak memaksa. mohon jawabannya sesegera mungkin ya pak. syukron

  12. Ping-balik: Hari Ayah Tanpa Ayah | RANGTALU·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s