Tujuh Manfaat Diam

Pertama:
Merupakan Ibadah tanpa harus capek

Kedua:
Merupakan hiasan diri tanpa perhiasan

Ketiga:
Wibawa tanpa kekuasaan

Keempat:
Benteng tanpa dinding

Kelima:
Tidak perlu meminta maaf kepada siapapun

Keenam:
Malaikat pencatat amal menjadi rehat πŸ˜€

Ketujuh:
Penutup keburukan dan sisi-sisi kejahiliyahan diri

Dengan diam, anda mendapatkan kekuatan hebat untuk berfikir secara mendalam tentang apa yang terjadi di sekelilingmu, serta dapat konsentrasi dengan penuh tentang rasionalitas suatu jawaban.

Dengan diam anda telah menguasai orang-orang yang ada di hadapan anda melalui pandangan mata anda yang mengandung banyak makna tersembunyi, yang membuat mereka kebingungan dalam memberikan tafsirnya.

Diam yang disertai sedikit gerak pisik dan isyarat mata telah memaksa orang yang ada di hadapan anda harus banyak mengungkapkan isi hatinya, sehingga ia lebih banyak berbicara daripada yang seharusnya ia berbicara.

Bisa jadi diam terasa oleh orang lain sebagai serangan terselubung yang menjadikannya semakin mendongkol, sehingga anda menjadi lebih kuat tanpa harus berbicara dan bercapek-capek.

Diam bisa menjadi solusi paling jitu dalam menghadapi berbagai problema rumah tangga ringan yang bertumpuk-tumpuk.

Di saat-saat genting, diam dapat melahirkan sikap dihormati, sebaliknya, perlawanan dan perdebatan dapat melahirkan sikap semakin menjauh dan dendam.

Dengan diam, anda telah menghancurkan berbagai senjata orang yang berseteru denganmu, serta menelanjangi mereka dari kemampuannya untuk melanjutkan kosa katanya.

Diam telah menjadi guru yang baik agar anda belajar menjadi pendengar yang baik, di mana banyak orang telah kehilangan sifat ini.

………….

syukron untuk ustadz Musyafa Ahmad Rahim atas taujih nya..

Iklan

32 responses to “Tujuh Manfaat Diam

  1. Sesungguhnya suara itu tak bisa diredam
    Mulut bisa dibungkam
    Namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang
    Dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku.

    Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
    Disana bersemayam kemerdekaan
    Apabila engkau memaksa diam
    Aku siapkan untukmu: pemberontakan!

    Sesungguhnya suara itu bukan perampok
    Yang ingin merayah hartamu
    Ia ingin bicara
    Mengapa kau kokang senjata
    Dan gemetar ketika suara-suara itu
    Menuntut keadilan?

    Sesungguhnya suara itu akan menjadi kata
    Ialah yang mengajari aku bertanya
    Dan pada akhirnya tidak bisa tidak
    Engkau harus menjawabnya
    Apabila engkau tetap bertahan
    Aku akan memburumu seperti kutukan

    πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s