Pegawai Uok Taruang

Alasan yang paling banyak disampaikan orang ketika saya tanya kenapa ia ingin menjadi PNS adalah karena PNS kerjanya santai dan dapat uang pensiun, tidak perlu repot-repot, kerja gak kerja sama saja, gaji akan tetap masuk ke rekening, dan bisa melakukan usaha sampingan. Dan hal inilah yang membuat produktivitas kinerja PNS juga buruk, karena orientasi awal yang membangun semngat kerjanya juga buruk, kerja hanya sabatas menunggu awal bulan, tanpa target produktivitas. Tidak salah kalau kemudian Pak Gubernur bilang, dari sekian banyak PNS di lingkungan pemprov yang produktif itu hanya 30% saja.

PNS dengan karakter demikianlah yang kemudian menjadi cikal bakal PNS uok taruang (uap terung, he). Uok taruang adalah sejenis masakan, yang paling enak dimakan dengan lado ijau, rasanya menu ini tidak ada saat Diklat Prajabatan. Bagi yang belum tahu, apalagi yang tidak berasal dari ranah minang.. agak sulit juga bagi saya menjelaskan dengan pas tentang masakan populer ini: uok taruang. Chief-chief yang nongol di tipi-tipi sepertinya juga bakal kesulitan menjelaskan menu ini. Tapi demi panca prasetya korpri dan sesuai dengan rumus relativitas einstein serta dengan memperhatikan pepatah berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian saya akan coba juga menjelaskannya sedikit.. apo yeh??

Uok dalam bahasa Indonesia bisa diartikan dengan uap (mungkin ini). Uok adalah proses memasak sayur berbarengan dengan menanak nasi pada satu wadah yang sama, bisa magic jar, dandang atau pariuak (periuk). Prosesnya dimulai ketika beberapa saat setelah nasi mendidih, terong yang sudah dicuci, dimasukkan ke dalam wadah tempat menanak nasi tadi, tepat di atas nasi, tunggu nasinya masak, setelah nasi masak sayuran tadi diangkat… ahh.. sesingkat itu saja dan taruang telah menyelesaikan misi penciptaannya. Dari proses inilah Uok Taruang muncul, dimasukan ke pariuak setelah nasi mendidih dan diangkat sebelum nasi dikeluarkan dari pariuak (majicjar atau dandang). Lambek masuak capek kalua, itulah uok taruang,  Datang ke kantor di atas pukul 09.00 dan pulang dari kantor sebelum pukul 14.00. ha, itu lah PNS uok taruang, yang membuat jalannya roda pelayanan tersendat-sendat.

semoga awak ndak ado nan manjadi generasi uok taruang, dan setelah pensiunnya mendirikan Partai Uok Taruang Indonesia.. 🙂 hehe

Iklan

11 responses to “Pegawai Uok Taruang

  1. aihhh, sepakattt sangadh Bg…
    soalny banyaaak kejadiaaan…diwaktu yg hampir bersamaan, samo sea kojo e….
    jam 10 alah malala ka Pasa…padahal butuh tanda tangan orang penting nii..urusan yg semestinya selesai tak cukup 1 menit, nyatanya harus nunggu berjam-jam…
    jam 9 belum datang, jam 12 udah kabuur….
    katanya mw makan siang, eeh, jam setengah 3 baru balik lg…emangnya makan siangny 2,5 jam??
    hehehe….

    #menggebu-gebu

    ‘afwan bg, nyorat-nyoret lapaknya..hihi

    • ha, font coretannyo ndok barubah disiko doh manjadi fathelvi font??
      oh, sangat mengebu-gebu, bantuaknyo iko kisah korban uok taruang mah

      #tapi ndak seluruhnyo nan mode tu doh… banyak juo nan ndak uok taruang..

      • ehehehe….
        ndak barubah do yo bang?
        ha, yo paralu lakukan proses instalasi bontuak e mah Bg..hihi….

        yuup Bg, spakattt…
        masi banyak orang baik Bg…
        hanya sj wktu tu mungkin lagi diuji kesabaran utk basuo dg urang macam ntu Bg…

  2. wah, boleh juga tuh, meski bukan PNS, pengen coba masak uok taruang, hmm…. sudah membayangkan betapa nikmatnya dimakan bersama nasi yang masih hangat dan sambal pedazzz….

    salam kenal ya… dan selamat terus berkarya…

  3. Hahahahaa betul betul betul.. uok taruang tu numpang2 masaknyo.. istilahnyo.. tibo talambek, pulang capek, manarimo honor urang, awak dapek lo sakabek.. wkwkwkwkwk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s