Apakah Kita Hanya Umpan

Pesta pora di gedung DPR kian menggeliat, ah ini lebih dari sekedar pesta pora, tapi pesta uang. Terlepas dari benar atau tidaknya hasil penelitian LSM yang menyebutkan dana pulsa anggota dewan mencapai 151 Milyar, menyusul rencana gila penghamburan uang rakyat lainnya, gedung DPR 800 juta, pengadaan jaringan internet, oh belum lagi perjalanan dinas yang dilakukan lebih dari seratus kali dan ternyata lebih kurang hanya 3 kali saja yang dilaporkan..

Melihat mereka, saya sebagai rakyat menjadi teriris sakit, teramat pilu disudut ini. bukan lantaran iri. Tapi karena semalam, saya mampir ke rumah rekan kerja yang lauk makannya hanya mie dan kerupuk. Anaknya yang berusia 3 tahun menyuap nasi dingin dengan sedikit mie rebus.
0,001 % saja dari dana pulsa anggota dewan itu mampir ke rumahnya, maka akan membuat asupan gizi anaknya menjadi lebih baik.

Mereka wakil rakyat, berbicara di rapat pleno atas nama rakyat, membuat gedung baru atas nama kepentingan rakyat, merencanakan rumah aspirasi untuk advokasi rakyat, semua atas nama rakyat. Tapi tidak satupun kebijakan yang mereka buat menyentuh rakyat, hanya mereka saya yang menuai “manfaat” nya, beberapa kolega dan keluarganya, atau mungkin kelompok itu saja yang tercatat sebagai rakyat. Sementara kita, yang tidur di kolong jembatan, yang berselimut embun, yang makan dengan mengais sampah, yang bersesakan mengantri sembako bukanlah rakyat. Mungkin, dimata mereka kita adalah umpan.

Kita hanya umpan, umpan untuk memperoleh “pekerjaan” sebagai anggota dewan yang terhormat, umpan untuk mendapatkan satu kursi empuk. Jika itu sudah didapatkan, lupalah ia dengan si umpan.. Tapi tenang saja sebentar lagi mereka akan menemui kita kembali, tahun 2014 akan datang, kita akan jadi umpan lagi.

Namun saya tahu, tidak semua anggota dewan yang mencampakkan rakyatnya. Saya tahu, ada anggota dewan yang menjadikan amanah di DPR bukan sebagai lading pekerjaan tetapi lahan pengabdian. Saya tahu itu, tapi mereka masih sedikit. Maka jika kita ingin perubahan besar yang berpihak pada rakyat terjadi di negeri ini, pilihlah yang tepat di 2014 nanti. Agar mereka bisa menjadi wakil atas kepahitan dan kegetiran kita.. Agar teman saya bisa sedikit tersenyum makan malam bersama anaknya..

Salam Rakyat Kecil

Iklan

4 responses to “Apakah Kita Hanya Umpan

  1. Untukmu yang duduk sambil diskusi
    Untukmu yang biasa bersafari
    Di sana, di gedung DPR

    Wakil rakyat kumpulan orang hebat
    Bukan kumpulan teman teman dekat
    Apalagi sanak famili

    Di hati dan lidahmu kami berharap
    Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
    Jangan ragu jangan takut karang menghadang
    Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

    Di kantong safarimu kami titipkan
    Masa depan kami dan negeri ini
    Dari Sabang sampai Merauke

    Saudara dipilih bukan dilotre
    Meski kami tak kenal siapa saudara
    Kami tak sudi memilih para juara
    Juara diam, juara he’eh, juara ha ha ha……

    Wakil rakyat seharusnya merakyat
    Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
    Jangan tidur waktu sidang soal rakyat

    Wakil rakyat bukan paduan suara
    Hanya tahu nyanyian lagu ’setuju’

    oleh : bg iwan,,,

    eee, balagu lo wak baco post bg pet ko ha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s