Perjalanan di Titik Seperempat

Hari hari selama dua puluh empat tahun telah habis berlalu. Semua jejak telah tercatat dalam kitab yang tidak bisa direkayasa oleh mafia hukum manapun. Kelak semua itu akan dipertanggungjawabkan dalam ruang peradilan yang agung, ketika mulut dikunci, kaki dan tangan berbicara. Vonis yang benar-benar adil, yang seberat biji bayam pun akan diperhitungkan. Tidak ada tawar menawar, tuntutannya jelas, bukan tujuh tahun sebagaimana Gayus.


Baru sedikit prestasi yang saya ukir. Lebih sering hanyut dalam arus yang membawa entah kemana. Terlebih dibeberapa tahun terakhir, orang mungkin melihat saya berlari, tetapi senyatanya itu adalah fatamorgama, saya hanya berputar-putar. menjadi gasing karena arus dominan. Produktivitas prestasi yang mulai menurun, karena lingkungan, sikap mental yang maunya nyaman saja dan komitmen yang tidak kuat. Tulisan yang ditulis di blog ini saja sejak blog ini lahir November 2007, baru 204 judul, jumlah yang sangat sedikit untuk tulisan di blog, padahal kalau saya komitmen harusnya sudah jauh lebih banyak lagi dari itu..Dua malaikat di kanan dan kiri saya, tahu itu semua, mereka sudah mencatatnya dengan detail.

Dua puluh empat tahun, adalah sinetron dengan episode yang panjang. saya telah rasakan banyak kebahagiaan di dalamnya dan sederet luka, ah laki-laki ini juga menangis. hari-hari disaat saya meraih kemenangan dan saat-saat saya harus kalah, sampai terpuruk. Hari-hari kelam dimana tidak ada pilihan lain selain menyerah. Hari-hari kebuntuan yang hanya menyisakan satu langkah kecil. Begitu juga dengan detik-detik kebahagiaannya, pendakian puncak-puncak dengan semangat yang tak pernah padam. Semuanya telah campur aduk. warna warni yang membuat hidup ini indah.

Dua puluh empat tahun berlalu, pagi ini saya bersyukur tidak terlahir sebagai Gayus, telinga saya tentu tidak akan kuat menampung ‘kutukan’ dari rakyat Indonesia. Saya bersyukur tidak lahir sebagai Firman Utina, karena saya belum kuat menampung banyak harapan pada satu peluang penalti. Saya bersyukur tidak terlahir sebagai Ben Ali, yang diusir dari negerinya oleh rakyatnya sendiri.

Saya bersyukur tidak diterima di SMA N 1 Padang, tidak lulus di Fakultas Teknik, tidak tamat 3,5 tahun, tidak lulus di Kejaksaan RI, saya bersyukur untuk itu semua. Allah sungguh maha bijaksana, tahapan ‘kegagalan’ itu lah yang mengantarkan saya pada ‘tarbiyah’ dan menjaganya tetap disana.

Sekarang, telah duapuluh lima tahun, seperempat abad. Tekad kuat masih terpatri di dalam dada, bahwa saya tidak ingin menjadi orang biasa, seperti orang kebanyakan, saya harus berbeda, saya yang apa adanya ini harus punya prestasi dan kontribusi yang luar biasa.

Terimakasih ya Allah atas nikmat hidup ini, terimaksih atas setiap ujian yang melatih diri untuk lebih kuat dan dewasa. Saya berjanji untuk lebih baik, berusaha mengisi sisa hidup dengan sejuta prestasi dunia akhirat.

——————————
Terimakasih untuk semua yang telah mengantarkan pada titik ini. titik ¼ abad.
ayah dan ibu, para guru dan dosen, teman-teman aktivis, para sahabat dan para murabbi.

——————————
untuk seluruh teman-teman di blog, fb, twitter, milist, kaskus, semuanya, saya mohon maaf..

Iklan

18 responses to “Perjalanan di Titik Seperempat

  1. At the right top corner of my Facebook, I see this one:

    Adrian Fetriskha and 3 other friends have birthday today

    Barokallohu lah ciek lu…
    Semoga titik ini semakin menguatkan untuk menjadi tidak biasa

  2. Kekuatan FreeMason Yahudi di balik masalah Gayus dll.?
    Semua orang saling berusaha untuk menutupi agar kedok anggota mafia FreeMason utama tidak sampai terbongkar.
    Jika memang benar demikian, maka tidak akan ada orang yang bisa menangkap, mengadili, dan menghukum Gembong tersebut, selain Mahkamah Khilafah!
    Mari Bersatu, tegakkan Khilafah!
    Mari hancurkan Sistem Jahiliyah dan terapkan Sistem Islam, mulai dari keluarga kita sendiri!

  3. wew..theme baru diusia yg baru, semangat baru!
    Semoga di moment menginjak usia seperempat abad (tua juga ya..)ini dalam menapaki waktu-waktu ke depan makin bertambah kecintaan pd Allah dan Rasul-Nya. Terus berkontribusi. Sebelum datang 5 hal. Semoga umurnya barokah, karena waktu tak dapat diulang. S4= Salam Sukses & Semangat Selalu!

    • ya.. theme baru di usia 1/4, kebetulan wordpress launching theme baru, jadi langsung dipakai..
      semoga besok ada lagi theme baru yg lebih menarik…
      syukron atas doanya..

  4. bersyukur atas segala karunia Alloh.. kelalaian kita terhadap waktu menjadikan kita semakin terlindas oleh waktu.. semoga Alloh senantiasa memberikan keberkahan dan keistiqomahan di jalan yang benar pada saudaraku ini dan kita semua.. amin..

    salam,

  5. Assalamu’alaiikum. Rancak2 tulisan nan abang lahirkan. Walau hanya 204 judul sejak November 2007, tapi begitu berharga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s