Semoga Malam ini Hujan Turun dengan Deras

hujan-di-malam-minggu

Kawan.. Kita tengah berjalan meninggalkan 2010, dalam hitungan jam kita akan memasuki tahun 2011.  Tentu akan banyak cerita yang tertinggalkan di tahun ini, cerita tentang negeri yang salah urus, pemimpin yang sibuk dengan pencitraan, korupsi yang kian menjadi jadi, bencana yang tak kunjung sudah, scenario pembunuhan partai kecil, industri perfilman horror yang dipenuhi artis p*rno seperti dekade 90-an. Sepakbola kita yang dipolitisasi, padahal inilah olahraga yang menghimpun SBY dan Manohara dalam satu forum. dan setumpuk keruwetan lain dipundak ibu pertiwi. Semua memang akan menjadi masa lalu, tetapi sejarah akan mencatatnya sebagai masa yang suram.

Kawan.. kita punya sejuta harap tentang perubahan di tahun yang kan datang, kau mungkin berencana untuk naik haji tahun depan, menikah, menamatkan kuliah, melanjutkan kuliah ke luar negeri, membeli HP atau sepatu baru. Di tempat lain, mungkin ada yang berencana untuk naik pangkat, menduduki posisi baru, menjadi presiden ataupun ketua RT. Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa dan Anas Urbaningrum mungkin akan menyusun rencana untuk maju di 2014, Gayus mungkin berencana untuk ke Bali lagi, PSSI akan menaturalisasi pemain lagi dari luar negeri. Kucing di sebelah rumah mungkin sudah berencana juga untuk mencari tikus yang besar. Karena kita semua punya harap tentang kebaikan di tahun yang akan datang, maka mari kita mulai juga dengan kebaikan, jangan larut dalam aktivitas yang tidak bermanfaat di malam tahun baru ini.

Kawan.. seperti tahun lalu, malam ini panggung hiburan mulai tegak disetiap jalan kampung. Nanti malam akan ramai dihoyak artis kampung(an) yang berdandan seronok, berlagak seperti artis populer. Terompet berwarna warni berjejer disepanjang jalan. Tempat tempat hiburan bersolek agar banyak yang berkunjung, Pos-pos pemuda pun telah siap dengan ban bekas yang akan dibakar. Tidak lupa tentu beberapa kantong minuman keras.

begitulah, tak ada yang beda disetiap tahun baru, orgen tunggal dan berduyun ketempat hiburan seakan menjadi ritual wajib yang mesti dilakukan. tak ada guru atau ustadz kita yang mewajibkan ini, tak ada juga dalam buku pelajaran dari SD hingga Perguruan Tinggi. inilah kebiasaan yang mendarah daging menulang, tak lekang-lekang dari tahun ke tahun. Adakah tahun dimana kita tidak menemukan malam tahun baru tanpa hingar bingar orgen tunggal dan pekak terompet? mungkin dulu, dulu sekali ketika zaman masih berbendi berpedati, masa ketika Midun dan konconya rajin memadati mesjid, atau masa ketika Siti Nurbaya mulai mengeja alif ba ta di surau kampung, entahlah.

Kita memang bangsa yang latah, bermental terjajah, tak bangga dengan jati diri. Kiblat kita salah arah, lurus mengikut budaya barat. Tidak ada manfaat dari perayaan tahun baru, tapi itulah kita, ketika kita lihat orang-orang di belahan barat sana melakukannya kita lantas menganggap itu sebagai sesuatu yang pantas untuk ditiru. berduyun-duyun ke café, berduyun duyun ke tempat hiburan, mencicil tabungan dosa di sudut-sudut yang remang. Larut dalam aktivitas yang tidak bermanfaat.

Kawan… saya belum bisa menghentikan dan merubah semuanya, tapi saya mengirim permohonan ke atas sana, semoga malam nanti hujan turun dengan deras. mengguyur tiap tikungan dan remang-remang. Semoga malam nanti kantuk menyerang lebih cepat sebelum mereka keluar rumah, semoga setiap kendaraan yang akan digunkan untuk bermaksiat mengambil jatah untuk mogok. Agar panggung hiburan itu sepi pengunjung, tak ada penyanyi seronok dan pemuda yang mabuk. Agar tepi pantai tidak penuh dengan kemaksiatan, agar bukik lampu, jembatan siti nurbaya, taman melati, taplau, pantai aie manih, jalan bundo kanduang, lapangan imam bonjol dan tempat perayaan bodoh lainnya itu sepi dari ceracau dosa.

karena hujan adalah rahmat

saya berharap ia turun deras malam ini

agar muhasabah terasa lebih syahdu

One response to “Semoga Malam ini Hujan Turun dengan Deras

  1. Ping-balik: RESOLUSI 2013 | RANGTALU·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s