Sibuk Mencari Salah

Bagi yang sedang duduk di pojok sana, sedikit mengambil jarak tetapi sibuk mengintai

Secara tegas saya sarankan untuk tidak melukai sesiapapun, baik itu orang maupun lembaga. Karena itu sesungguhnya adalah cara orang-orang yang mencari-cari kesalahan. Dan perilaku seseorang yang paling buruk adalah mencari-cari kesalahan orang lain dan merasa senang atas hal itu. Dan ia semakin senang jika kesalahan tersebut tersebar dan dapat diketahui oleh orang ramai. Perilaku ini sungguh akan menunjukkan kelemahan akal yang dimilikinya.

Seseorang yang sibuk mengintai kesalahan orang lain, hidupnya akan selalu keruh sehingga banyak kewajiban agama yang ia terlantarkan. Akibatnya ia akan merasa tertekan dan tidak sempat merasakan kebahagiaan lantaran sibuk menyalahkan dan mengkritik orang lain. Kawan, sesungguhnya lalat itu hanya menghinggap pada luka dan kotoran.

Berlakulah yang santun. Jangan suka mengkritik sisi kehidupan yang positif dari orang lain dengan semangat permusuhan. Jika ada seseorang yang melakukan perbuatan yang benar dan bermanfaat, kenapa mesti dicari-cari kesalahannya. Belum tentu sesuatu yang lebih baik dari perbuatannya itu bisa kita lakukan.

Jangan terlalu sibuk mengurusi kekurangan orang lain jika ternyata kekurangan kita justru lebih banyak. Ketahuilah sesungguhnya orang yang sibuk mengurus kekurangan orang lain, Allah akan menampakkan kekurangan-kekurangannya dan membeberkan kelemahan-kelemahannya di depan manusia. Sebagai balasan yang setimpal.

Siapa yang membela kehormatan kaum muslimin, menerima kesulitan mereka dan suka menutup aib mereka niscaya Allah akan menugaskan orang lain untuk membela kehormatannya, menyebarkan kebaikan-kebaikannya, dan memujinya.

Tetapi memang jarang sekali orang yang bisa melakukan itu. Kebanyakan justru suka memuji dan membela diri sendiri, meskipun diri sendiri penuh dengan kesalahan. Mereka tidak segan memakan daging saudaranya yang telah mati, menyiarkan aibnya dan suka menghujatnya. Ini menunjukkan minimnya ketaqwaan dan nihilnya sifat wira’i. walaupun mereka mengatakan memiliki ilmu yang lebih tinggi (agak sombong juga) tetapi itu tidak terimplementasi dalam sikap dan perbuatannya, merendahkan dan menyalahkan orang lain dengan cara-cara yang tidak tepat, seperti mengumbarnya di khalayak ramai. Merasa diri paling benar dan yang lain salah.

Dan satu hal lagi, para pencari kesalahan hanya pandai berbicara saja tetapi kurang dalam amal, padahal ia mengaku paling berilmu. Namun itu tidak disadarinya, begitulah sifat orang yang sibuk mencari kesalahan orang lain, ia akan lupa dengan kekurangannya sendiri.

Ketahuilah bahwa menahan diri itu dapat mengubur kekurangan-kekurangan dan sadarilah bahwa balasan itu sesuai dengan perbuatannya.

Semoga kita semua terhindar dari sifat buruk; mencari-cari kesalahan oranglain.

Jika ada kritikan yang membangun ditujukan ke kita, tidak apalah kita terima, memang seharusnya begitu, sebagai bahan bagi kita untuk lebih baik.

Tetapi Jika ada yang mencari-cari kesalahan kita dan mengumbarnya di depan khalayak ramai, janganlah terpancing untuk membalas hal yang tidak penting itu, bijaklah untuk menerimanya, ia masih saudara kita hanya mungkin saja akalnya masih lemah.

jika ada komentar-komentar yang menjatuhkan kita, mencari-cari salah, memburuk-burukkan aktivitas da’wah kampus.. maka bersabarlah. Yakinlah da’wah kampus ini berpijak pada manhaj yang benar, dan kekeliruan satu orang tidak bisa di generalkan sebagai kesalahan yang umum da’wah ini. biarkan saja semua komentar buruk itu, tak perlu kita menghabiskan energy membahasnya.. kita lanjutkan saja aktivitas kita di da’wah kampus ini

dan marilah kita sama-sama senandungkan lagi lagu para kafilah kepada mereka.

Bagi yang gemar mencari salah dan mengumbarnya. Sadarlah, balasan Allah itu pasti. Jika ingin memberi masukan atau kritikan, adabnya adalah temui orangnya langsung dan jangan lakukan didepan khalayak ramai. Kecuali mungkin anda ingin pamer kehebatan dan ilmu dihadapan mereka. Lebih buruk lagi jika sesuatu yang anda bahas dan ceritakan itu bersama khalayak ramai tanpa sepengetahuan yang bersangkutan, tentulah anda telah tergolong pada kaum yang memakan bangkai saudaranya sendiri.

Tulisan ini bukan untuk siapapun, termasuk juga bukan untuk anda, beberapa paragrafnya disarikan dari kitab hakadza haddatsana az-zaman, Aidh Abdullah Al-Qarni..
tetapi jika anda merasa tulisan ini tepat mengena pada diri anda…
Tanya kenapa?

Terima kasih.
dan Da’wah kampus akan jalan terus !!

Iklan

26 responses to “Sibuk Mencari Salah

  1. tidak berrhubungan mngkn dg tema yg diajukan
    namun ini sekedar masukan utk sdr2 di dunia da’wah
    Agar tdk trjd pecah belah dan diantaranya slg ada prasangka sehigga krn itu org luar mnjd mdh utk menjthkan kita, walau kita senantiasa berusa brjln di arah yg benar
    tp instropeksi diri,mgkn di dlamn trnyta belum trlalu kuat utk slg memnguatkan dan membela di antaranya
    ktk tjd maslah berusahalah utk segera memperbaiki,,,,
    ktk mmg ad yg kurang pas atau sreg maka ungkapkan dg baik dan \sgr selelsaikan
    agar tidak byk lg yag keluar….
    keluar dr da’wah yg tlah byk membrikn pencerahan utk diri


    • ansdh [ nama samaran yang aneh, kenapa mesti menyamarkan identitas? toh tidak ada yang salah]
      saya bisa mendeteksinya..hmm, : mahasiswa unand’05, fmipa, kpsdm.. dst

      meski mengaku komen nya tidak sesuai tulisan, tidak apalah, ini akan menambah cerita..
      ya.. jika ada yang kurang merasa senang dengan aktivitas da’wah sampaikanlah dengan baik-baik..
      da’wah tidak pernah memberikan kerugian, cara kita memandangnya mungkin yang salah..
      semoga kian banyak yang tercerahkan karena da’wah ini..

      syukron.. masukannya diterima, tentu sudah semestinya kita tidak boleh terpecah belah, apalagi oleh persoalan-persoalan yang tidak penting..

    • wah siapa tuh ya….?
      tidak bgt de
      bukan untuk cari nm samaran
      tp waktu tergesa jadi sembarang tekan j
      satu ge…koment it dibuat atas kjadian yg baru sj yg br sj trjdi mlm it
      ada saudara yg nelp,mnt solusi ttng maslah yg dihadapinya
      dan itu antara para kader, jg biasa antara jundi dan “amir”nya
      dan ana rasa sepertiny mmg srg trjadi
      jd utk mengngtkan sdr2nyg lain, agr cpt slesaikan maslh,jg trll lama disimpan dan dipendam di hati jika pd akhrnya akan mmbuat kekecewaan….dan maslah yg trjd smkn rumit…

  2. A cito geh bang?

    ndak ngarati wak do. 🙂

    ” wasyaroru ibaadillahil masyaauna, Binnamimatil mufarriquna baynal ahabbatil baaghuna lil buraail aiba’ ” (HR Ahmad)

    “seburuk-buruk hamba adalah yang suka mencela, dan dengan namimahnya, mencerai-beraikan diantara orang yang berkasih sayang, dan yang membuat orang orang baik jadi tercela”

  3. Assalmualaikum wr wb..,

    lama tak singgah walau bebrapa minggu. lama juga yah rasanya…

    koment kali tidak untuk menaggapi..,tapi utk silaturahmi

    InsyaAllah sudah tersampaikan lwt komentar diatas.

    semoga…. amin

      • tak berani….!!

        tdk boleh…!!

        ngapain…?

        silaturahmi yg ana maksudkan itu = singgah k blog ini

        agak ambigu mungkin komen2 ana sblmnya di atas.

  4. judulnya mengingatkan pada ‘sang qiyadah’ propinsi ini yang ke jerman beberapa waktu lalu…
    rupanya masalah dakwah kampus…

    adab menyampaikan kritik memang mencerminkan akhlak. dan tak semua orang paham akan adab ini. jadi terlihat seperti sibuk mencari kesalahan..
    “dan katakanlah kepada hamba-hambaKU, ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik’. ” (Al-Isra’: 53)

  5. salam sejahtera….makasih sobat infonya sangat berguna buat saya. saya suka sama artikel yang sobat tulis, sangat menarik. salam kenal yach..semoga blog sobat tambah sukses.goodluck..

  6. sy tidak mau mencari kesalahan orang, tp saya hanya mencarikaki sia tu yg numpang di ateh tu e???
    urang yg numpang tu wajah atau badan ko kaki alahai yo salah bana kesalahan e mah 😛 😀

    RP alm
    😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s