Rugi Kalau Kuliah

Rugi kalau ke kampus cuma untuk kuliah saja, duduk di depan kelas, dengarkan dosen lalu singgah ke pustaka sebelum pulang. Ini jelas tidak salah, tapi RUGI. itu adalah pilihan yang rugi,
Dan tentu lebih celaka lagi bagi mereka yang datang ke kampus cuma untuk melongo saja di depan dosen, nongkrong di café, manyun-manyun di pojok sepi, ga’ bawa tas, ga’ bawa buku.. cuma kertas double folio yang dilipat disaku, menjelang ujian membuat “jimat”. uang lebih sering habis buat beli rokok atau ngenet daraipada membeli buku. Dandanan menor, meniru style artis sinetron kemudian merasa sudah seperti artis betulan, petantang petenteng di sepanjang koridor.

Rugi hidup kalau cuma buat mencari makan saja, mengais-ngais rezeki disesak interaksi. Membanting tulang, mengayuh sampan, mengukur jalan. Namun Dzuhur hilang bersama deru mesin, Ashar lenyap dalam kepulan asap. Entah bagaimana nasib si Subuh, magrib dan Isya, berdekapkah ia dengan selimut sarung di sudut kamar.

Lupakah mengintip pada malaikat maut yang telah menunggu di depan pintu? Membawa daftar jadwal pulang kita. hidup ini singkat kawan, sebentar lagi Israil datang, kalau tidak membawa bekal yang cukup bersiaplah untuk kecewa. Maka sebelum ia datang bertamu, penuhkan keranjang dengan bekal. Agar perjalanan pulang sampai di taman bersungai.


Bagi para mahasiswa, Mentoring adalah salah satu cara kita mengisi bekal itu. Disini kita dapatkan ilmu baru, yang tidak pernah kita temukan di bangku kuliah. Disini kita dituntun mengenal potensi diri kita, mengembangkankanya seluas mau kita di batas-batas syar’i. disini kita diajak untuk mengenal Allah dan Rasul lebih dekat, meresapi makna tiap ibadah… ah, kalian cicipilah sendiri.

34 responses to “Rugi Kalau Kuliah

  1. ada yg ironi. ketika alumni mentoring baserak,dan ingin melanjutkan,malah lalai di follow up-i. g jadi deh ngajinya..
    atau mentor nya yg super sibuk tapi g “mau” pindahin adek2 ny k kelompok laen..nah..yg ini lebih nyebelin lagi..
    ufh..
    sepertinya masih belum serius ngajak mentoring tuh..

    • tidak semua mentor yang lalai untuk mengajak mentoring.. beberapa orang mungkin memang sibuk, lalu jangan jadikan itu alasan bagi kita untuk menganggap ini berlaku umum.
      “menyalakan lilin lebih baik daripada mengutuk kegelapan”

    • hayok kita coba perbaiki sistem yang belum rapi ini…
      justru ini membuktikan : ternyata kerja “KITA” masih banyak…🙂

      Imam Syahid berkata: Sebagian dari makna jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta, adalah anda menyisihkan dari sebagian waktu, sebagian harta, sebagian tuntutan pribadimu untuk kebaikan Islam dan putra-putri kaum muslimin.”

    • si penulis blog ini adalah orang yang berilmu ceper, jadi tidak tahu banyak.. lebih tepat mana izrail atau israil.. karena dibeberapa literatur kadang ditemukan Asriel, Azrail, atau Azrael.. wallahu’alam. ini masalah asal kata, cara penulisan dan cara pengucapan, entahlah, maklum ilmu ceper
      untuk menghindari perdebatan (jika terjadi) yang saya tidak faham akan hal itu,
      maka saya kembalikan saja ini ke Alquran, di dalamnya Alquran sebenarnya tidak ada nama malaikat izrail, tetapi “malakalmawt” : malaikat maut.
      jadi untuk izrail ( :translate) atau israil (:pronunciation) saya ganti dengan MALAIKAT MAUT

  2. bukan itu tanggapan yg saya harapkan.. sebenarnya saya berharap fenomena itu diakui ada dan akan ada solusi karena sudah mengetahui ada masalah..
    never mind.
    krn saya cinta mentoring, akan merasa sakit melihat teman2 tidak ter-cover tapi tidak di-follow-up-i..
    what can i do..

    • ya, saya akui itu ADA. dari tahun ke tahun. solusi juga selalu ada dari tahun ke tahun sesuai skala fenomena yang terjadi.
      tapi tetap tidak ada yang sempurna, namun perbaikan tetap ada dari tahun ke tahun. tapi seperti kata ust anis matta, “kita terlalu menyulitkan diri, sibuk dengan masalah dan melupakan peluang”
      jadi yang harus dilakukan adalah : jadilah mentor teladan.
      yang lain juga terus belajar untuk itu, saya pun juga demikian..

      untuk solusi2 yang telah dilakukan kawan2, tidak mungkin saya publish di ranah publik ini.

  3. Asw. Bagaimana cara memotivasi para mentor agar semangat melanjutkan follow up mentoringnya? Sementara mahasiswa 2009 –FK– banyak yang ingin lanjut mentoring namun belum juga mulai berjalan..

    • wlkm..
      salah satu penyebab hilangnya semangat adalah orientasi yang keliru.. jika semangat hanya digantungkan pada capaian dunia maka energi juga sebatas itu.. tapi jika setiap mentor meluruskan lagi niatnya, menggantungkan semua aktivitasnya kepada Allah, maka tidak akan ada kata lemah, letih dan malas…
      yang lain boleh berkata lelah, kita mesti berucap lillah..

      note:
      1. sebelum memberi nasehat, kita mesti berbuat terlebih dahulu qudwah qobla da’wah. kalau kita sudah memberi contoh, urusan menasehati akan lebih mudah.
      2. ingatkan lagi tentang urgensi mentoring.. melalui daurah atau titip pesan ke murabbi/ah mereka.
      3. luruskan pemahaman mentor : bahwa tarbiyah bukan proses satu semester, tetapi seumur hidup..

      jangan sampai semangat mahasiswa yang ingin melanjutkan mentoring, menjadi padam karena mentor yang tidak bersemangat dan malas..

  4. Bagaimana dengan mentor yang minta dikasih binaan lain dengan alasan adek-adek yang sekarang tidak menyenangkan?
    Syukran.

    Afwan ana link blognya ya bang.

    • hal-hal yang menyenangkan dan tidak itu akan selalu ada, tidak ada yang semuanya menyenangkan, begitu juga sebaliknya, tidak ada juga yang semuanya menjengkelkan.. tugas mentorlah untuk merubah adik2 yang ‘kurang menyenangkan‘ itu menjadi adik2 yang lebih menyenangkan..

      untuk dinamika kelompok pada fase follow up, tidak masalah mengganti mentor mereka, berbeda dengan mentor ketika mentoring.. jika itu yang terbaik untuk kedua belah pihak
      tapi ini tidak mutlak berlaku, bukan juga pembenaran bagi para mentor untuk melepaskan adek2nya yang “kurang menyenangkan”.

      kalau hanya mencari yang menyenangkan lalu siapa yang akan mengurus adik2 yang “tidak menyenangkan”?

      silahkan di link..
      blognya sudah abang taut di rabbaniyyun syukron

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s