Remuk Sujud Kami

berdoa_saat_sujud-730x411

——————————————
sepuluh kedua ramadhan, ketika sujud masih saja tergesa, ketika tilawah masih saja terbata..
——————————————
keringnya ruh siang bertemu
jiwa malam nan gersang.
Patah rukuk kami, tak bermakna ia
Remuk sujud kami, tak mengkalbu ia.
Menggumpal rindu
mencinta malam-malam syahdu
dalam detak-detak nafas tawadhu’
Ya Rabb anugerahkan kami kenikmatan ibadah
ampuni dosa-dosa.

”Katakanlah: ’Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS Az Zumar: 53).

Ya Rabbi, dengan segala dosa dan noda hina, kami mendekat kepada-Mu. Dengan berlari, dengan berjalan kaki, kami menyeret bergunung-gunung dosa dan berdeburan, di belakang kami kesalahan laksana ombak yang tak pernah surut mendatangi pantai. Kami adalah hamba yang melampaui batas dan tak tahu diri. Kami makhluk yang tak tahu berterima kasih dengan segala kemaksiatan yang terus menerus kami lakukan.

Ya Rabbi, hanya kepada-Mu kami mengadukan diri. Allahuma ya Allah, dengan segala rupa kesalahan kami, janganlah Engkau cabut rahmat dan Kau timpakan azab. Hanya Engkau yang mampu membersihkan diri kami, dari segala dosa yang melekat erat. Hanya Engkau yang mampu, wahai al Ghaffar.

Sungguh ya Allah, kami pernah mendengar Rasul-Mu bersabda, menjabarkan firman-Mu yang mulia. ”Wahai para hamba-Ku, setiap kalian adalah telanjang kecuali orang yang telah Aku beri pakaian; maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian pakaian.” Maka ya Allah, dengan segala rahmat-Mu, kami meminta perlindungan, busana dari segala aib atas dosa-dosa.

Sungguh ya Allah, kami pernah mendengar Rasul-Mu bersabda, menjabarkan firman-Mu yang mulia. ”Wahai para hamba-Ku, setiap kalian itu adalah lapar kecuali orang yang telah Aku beri makan; maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian makan.” Maka ya Allah, ampuni kami yang terus menerus meminta dan juga terus menerus bermaksiat kepada-Mu.

Sungguh ya Allah, kami pernah mendengar Rasul-Mu bersabda, menjabarkan firman-Mu yang mulia. ”Wahai para hamba-Ku, setiap kalian adalah sesat kecuali orang yang telah Aku beri petunjuk; maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian petunjuk.” Maka ya Allah, Ya Ghaffar, yang Maha Pengampun, tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus, hidup yang tulus. Karena hanya dari-Mu segala bermula dan dari-Mu segala berakhir.

Ya Ghaffar, wahai yang Maha Pengampun, ampuni kami yang tak lagi sanggup berkata-kata karena terlalu besarnya timbunan dosa-dosa kami.

31 responses to “Remuk Sujud Kami

    • silahkan… silahkan..dicopy saja..

      [info]

      penggalan puisi di atas adalah milik seorang teman yang sangat baik, yang sangat pintar menulis puisi, sayangnya ia tidak PD. ia tentu akan senang jika banyak yang menyukai puisinya.. sehingga ia berani untuk me upload sendiri puisi dan tulisan2 nya..
      ia pasti membaca tulisan ini

  1. hai, saya baru memulai blogging, gimana cara menampilkan blog teman2 di side bar.. seperti punya Anda “dunsanak Jauah” n lainnya itu?? mohon penerangan

    • klik tema – pilih widget – pilih tambah taut – klik tahan dan geser ke kolom sidebar dibagian kanan, setelah itu hanya tinggal memasukkan nama yang akan di link

  2. 2 sayap yang harus selalu beriringan : khouf dan roja’
    sebenar-benarnya takut kita karena dosa yang tiap detik tertorehkan, dan
    sebenar-benarnya harap akan ampunanNYA,

    tapi tidak semudah itu,
    karena roja’ menuntut i’tibar (merenungkan berbagai nikmat ALLAH yang telah ditumpahkan-NYA setiap waktu pada kita yang tiada sempat kita syukuri ditengah curahan kemaksiatan kita yang tiada henti pada-NYA, maka siapakah yang lebih lembut dan penuh kasih selain DIA? Apakah terlintas bahwa DIA yang demikian lembut dan penuh kasih akan menganiaya hambaNYA?) dan khabar (QS Az Zumar: 53).

    astaghfirullah

    • biarlah dunia tidak tahu siapa kita, tidak pernah mendengar nama kita, asalkan para penduduk langit mengenal kita dengan jelas karena mendengar untaian2 doa yang kita sampaikan pada penguasa langit dan bumi..
      [taujih malam ke-15]

  3. Allahumma amin…

    Ingin… kami persembahkan sebaik-baik sujud padaMu. Ingin… kami berlari sekencang-kencang kami bisa berlari. Namun Rabb, inilah kami… dengan segala daya dan asa. Inilah lemahnya kami…

  4. Ikutan merenung di siang hari yang gerah ini, apakah sudah benar sujudku dan tidak tergesa😕 maih banyak yang harus saya sempurnakan di sepuluh yang terakhir ini😦

  5. Kata Buaya Hamka, “sesuatu yang telah menjadi rutinitas akan kehilangan maknanya”, seperti halnya sholat fardu kita, puasa ramadhan kita atau ibadah-ibadah kita yang lain. Maka dari itu jangan jadikan sholat-sholat kita, puasa-puasa kita menjadi sebuah rutinitas yang kita jalani agar kita tidak kehilangan makna di balik itu semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s