Tidur Siang Selama Ramadhan

Sebagian dari kita memaknai ramadhan dengan cara yang salah. Kesalahan itu banyak terjadi saat mengawali ramadhan, mengisi dan mengakhirinya. Anehnya kesalahan ini selalu saja berulang di setiap tahun. Meski perbuatan salah itu telah dinasehati berkali-kali tetap saja terjadi lagi di tahun berikutnya. Karena itulah, aktivitas mengingatkan tidak boleh padam, karena jika padam, perbuatan-perbuatan salah dalam ramadhan ini akan menjadi-jadi di tahun-tahun berikutnya.

Kesalahan pertama adalah balimau ritual bersuci dengan cara mandi di sungai, bercampur baur laki-laki dan perempuan. Berbuih mulut para ustadz mengingatkan bahwa balimau bukanlah syariat islam. Tapi ramai juga yang menceburkan diri dalam lubuak-lubuak di tiap sudut nagari. Bercambur baur laki dan perempuan dengan mengumbar aurat. Balimau berdua-dua dibalik balik batu. Tiada malu pada siapapun, mungkin karena mereka berfikir ini adalah ibadah, jadi kenapa mesti malu. Padahal tidak ada manfaat aktivitas balimau sedikitpun bagi penyucian sebelum ramadhan. Hanya menanam dosa dan menunai kematian. Inilah kesalahan yang latah dilakukan masyarakat ketika memasuki ramadhan.

Kesalahan berikutnya yang terjadi dalam mengisi ramadhan adalah lalok siang. Sempatkanlah sesekali menengok mesjid pada siang hari, antara pukul sepuluh sampai waktu ashar. Justru akan sedikit yang kita temui orang yang tengah asyik membaca alquran atau khusyuk dalam shalat. Sebagian besar atau bahkan lebih justru tengah asyik tidur siang, berserak-serak di tengah mesjid.

Memang kita temukan dalam sepenggal hadist bahwa tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, tapi tidur yang dimaksud bukanlah tidur sepanjang hari. Banyaknya orang yang tidur di mesjid pada siang hari karena mereka beranggapan bahwa ramadhan adalah bulan istirahat, sehingga tidak perlu bekerja seperti biasa. Tidakkah pernah sampai riwayat bahwa Rasulullah itu berperang ketika bulan Ramadhan? Ia tidak tidur seharian tetapi berperang, dan tentu saja itu lebih menyita tenaga daripada pekerjaan kita sehari-hari. Ramadhan adalah kesempatan untuk memperbanyak ibadah, bukan bulan untuk beristirahat.

Kesalahan berikutnya adalah menjelang akhir ramadhan. Seperti ekor tikus atau seperti tebu, itu istilah yang menggambarkan kondisi dipenghujung Ramadhan. Suatu kondisi yang menggambarkan intensitas ibadah yang semakin menyusut, seperti ekor tikus yang kian susut diujung, seperti ujung tebu yang tak lagi manis. Shaf-shaf shalat tarawih semakin berkurang, tadarus-tadarus semakin lengan terdengar, infak dan sadaqah tak lagi rajin mengucur. Orang mulai sibuk membersihkan rumah, membuat kue dan membeli perlengkapan lebaran. Padahal sepuluh malam terakhir sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, beriktikaf di mesjid.

Kesalahan-kesalahan itu tidak boleh kita diamini. Ia harus ditinggalkan. Berajin-rajinlah mengingatkan yang lain agar tidak lagi mengulang salah yang sama, karena kebiasaan-kebiasaan itu tidak memberi manfaat banyak bagi catatan amal ramadhan kita. Belajarlah untuk membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa.

9 responses to “Tidur Siang Selama Ramadhan

  1. bener mas, kalau masih pertengahan ramadhan begini, ghirah manusia masih sangat tinggi beribadah, tapi menjelang 10 hari terakhir, mulai menurun dan menurun. begitu setiap tahunnya. sibuk memperindah diri, lupa keutamaan 10 hari trakhir ramadhan. semoga kita tidak termasuk orang-orang yang merugi…

  2. Ya.. Bocor halus… Dr pertengahan ramadhan Jamaah mulai brkurang seorg dmi seorang, hingga akhirnya msjid or musola sepi, lambat tp pasti, ibrat plastik tertusuk jarum n diisi dgn air, maka airnya akan berkurang scra perlahan, seperti itulah tarawih dbulan ramadhan. Btw tau arti bocor gak??

    • yup seperti itulah..
      arti bocor? tentu saja tahu..
      tapi kalau ditranslate ke bahasa minang menjadi : boco aluih, frasa ini berarti “orang yang agak gila”🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s