Bukan Tentang Tujuhbelasan

panjat-pinang

Matahari tujuh ramadhan menyengat tepat di atas kepala, ini adalah matahari yang sama untuk tujuh belas agustus. Panasnya memancing mata untuk melirik penjual es tebu yang sudah mangkal di persimpangan jalan. Ada stiker bendera merah putih kecil di sudutnya.

Ini adalah tujuhbelas agustusan yang berbeda, terutama dalam hal ceremonialnya. Tidak banyak rumah yang menaikkan bendera merah putih, umbul-umbul dan gapura di setiap gang kampung juga tidak ramai dengan atribut merah putih. Lapangan yang dulu dipakai untuk berbagai lomba kini sepi saja. Tidak ada lomba panjat pinang, tarik tambang dan tentu saja tidak ada lomba makan kerupuk.. Malam harinya juga tidak akan ada pentas hiburan yang menampilkan penyanyi-penyanyi seronok. Hilang semua aktivitas itu.

Saya bukan merindukan aktivitas perayaan itu, bahkan saya bersyukur beberapa acara yang tidak bermanfaat itu tidak ada lagi di bulan ini. Pentas hiburan itu misalnya, penyanyi-penyanyi suara cempreng yang hanya pamer aurat, memancing para pemuda turut berjoget. Semakin malam pastilah semakin parah, lihatlah paginya banyak bungkus minuman keras yang berserakan, darimana datangnya jika bukan dari mereka yang meminumnya semalam. Apakah ada perubahan untuk Indonesia setelah itu? Jelas tidak. Jikalah para pahlawan melihat cara buruk yang dilakukan generasi ini dalam mengisi kemerdekaan tentulah mereka menangis.

Maka ketika perayaan itu tidak ada di bulan ini karena bertepatan dengan Ramadhan, tepatlah rasanya bagi kita yang selama ini memaknai kemerdekaan hanya dengan ceremonial untuk berfikir lagi tentang cara yang tepat mengisi kemerdekaan ini. Perubahan untuk lebih baik adalah kata kunci untuk mengisi kemerdekaan.

Mulailah membenahi diri sendiri, lagipula kita sudah berada pada momen yang tepat : Ramadhan. Perbaiki sikap, cara pandang dan tinggalkan seluruh sikap buruk yang dulu menjadi kebiasaan. Seiring dengan itu, binalah seluruh anggota keluarga. Sekolah pertama bagi seluruh kita adalah rumah, ketika kondisi di dalamnya penuh dengan nilai kebaikan maka ia kan menyebar pada lingkungan masyarakat. Jika setiap keluarga melakukan hal yang sama maka kebaikan akan menjadi karakter kelompok masyarakat itu. Begitu seterusnya, hingga nilai kebaikan menyelimuti Indonesia.

20 responses to “Bukan Tentang Tujuhbelasan

  1. “tepatlah rasanya bagi kita yang selama ini memaknai kemerdekaan hanya dengan ceremonial untuk berfikir lagi tentang cara yang tepat mengisi kemerdekaan ini. Perubahan untuk lebih baik adalah kata kunci untuk mengisi kemerdekaan.”
    saya setuju banget mas, nice post🙂

  2. waaah ! bener banget tuh pemikirannya ! mantep !
    memang saya juga merasa hari kemerdekaan ini sangat sepi, namun dengan begitu kita dapat lebih merasakan apa itu kemerdekaan yg sesungguhnya buat indonesia..
    karena kemerdekaan negara ini hanyalah kemerdekaan SEMU..

  3. 17 Ramadhan tanggal 17 Agustus, 65 tahun silam, Indonesia merdeka.
    secara historis, indonesia merdeka dengan membawa nilai-nilai spiritual islam.
    :hmm:

    • ya.. tidak ada lagi hura-hura.. walau sebenarnya dibeberapa tempat masih juga ada satu-satu..

      [eh.. akhirnya si kupu kembali lagi.. selamat datang, ahlan wa sahlan :)]

  4. yup..
    tujuh belas agustus kali ini beda dari tahun-tahun kemarin…
    ada beberapa tempat yang lombanya dimajuin di awal agustus…
    ada juga yang gak ngadain…
    lumayan mengurangi beban warga…
    biasanya acara tujuh belas agustus..
    pasti nyedot sumbangan dari warga….(^_^)

  5. yup… beruntung sekali tujuhbelasan tahun ini jatuh di Ramadhan.

    tak ada hingar bingar pesta perayaan kemerdekaan yang lebih mirip ajang maksiat daripada wujud syukur atas anugerah kebebasan dari penjajahan.

    alangkah indahnya bila setiap tahun seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s